Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Eropa dan Dolar AS Ditutup Melemah pada Perdagangan Jumat, 3 Juli 2020

Dilansir Bloomberg, Sabtu (4/7/2020), indeks Stoxx 600 anjlok setelah adanya berita mengenai Bank Sentral Eropa yang menghadapi potensi risiko terkait dengan beban program penerbitan obligasi darurat dan mata uang dolar AS turun tipis pada Jumat (3/7/2020).
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 04 Juli 2020  |  08:09 WIB
Bursa Efek Frankfurt. - Alex Kraus / Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt. - Alex Kraus / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Eropa dan mata uang dolar Amerika Serikat melemah pada perdagangan Jumat (3/7/2020) seiring dengan perhatian investor terhadap konflik yang terjadi di antara regulator terkait paket stimulus untuk kawasan dengan mata uang tunggal dan juga pergolakan politik di Prancis.

Dilansir Bloomberg, Sabtu (4/7/2020), indeks Stoxx 600 anjlok setelah adanya berita mengenai Bank Sentral Eropa yang menghadapi potensi risiko terkait dengan beban program penerbitan obligasi darurat terhadap negara dengan ekonomi lemah, seperti Italia.

Saham Rolls-Royce Holdings Plc melemah setelah menyatakan sedang mencari opsi untuk menggalang dana dalam upaya penguatan neraca keuangan.

Mata uang Euro juga berfluktuasi mengikuti keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menunjuk perdana menteri baru setelah mengundurkan diri.

Adapun, mata uang dolar AS turun tipis atau mengalami pelemahan mingguan pertama dalam satu bulan ketika pasar obligasi dan pasar uang AS diliburkan untuk Hari Kemerdekaan. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1 persen pada pukul 4 sore waktu New York.

Presiden AS Donald Trump direncanakan hadir pada perayaan hari kemerdekaan lebih awal di Mount Rushmore bersama ribuan tamu, yang tidak diwajibkan menggunakan masker.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meminta masyarakatnya untuk lebih bijak seiring dengan pembukaan kembali klub hiburan dan perjalanan wisata untuk 60 negara.

Para investor terus menimbang dukungan kebijakan pemerintah dan data ekonomi yang menunjukkan perbaikan di tengah pandemi virus corona. Angka pengupahan AS pada Kamis lalu memicu keyakinan pemulihan V-shape, bahkan ketika jumlah infeksi dan pasien di Florida melonjak.

Sementara itu, saham-saham di emerging market mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam satu bulan.

"Masih ada sentimen positif secara umum mengenai kecepatan pemulihan ekonomi," ujar Chris Gaffney, Presiden Pasar Global TIAA Bank.

Kendati demikian, sentimen positif tersebut bisa padam jika angka kasus infeksi Covid-19 terus meningkat.

Berikut perkembangan pasar keuangan dunia:

Saham
- Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,8 persen
- Indeks MSCI Asia Pasific menguat 1 persen
- Indeks MSCI Emerging Market naik 1 persen

Mata Uang
- Indeks Bloomberg Dollar Spot melemah 0,1 persen
- Mata uang Euro sedikit bergerak ke level US$1,1245
- Poundsterling naik 0,1 persen ke US$1.2480
- Yen Jepang sedikit bergerak ke 107,49 per dolar AS

Obligasi
- Imbal hasil Obligasi Jerman bertenor 10 tahun melemah kurang dari 1 basis poin ke -0,43 persen
- Imbal hasil Obligasi Inggris bertenor 10 tahun naik kurang dari 1 bps ke 0,19 persen
- Imbal hasil Obligasi Jepang bertenor 10 tahun turun 1 bps ke 0,028 persen

Komoditas
- Minyak mentah West Texad Intermediate (WTI) terkoreksi 0,8 persen ke US$40,32 per barrel
- Minyak mentah Brent turun 0,8 persen ke US$42,80 per barrel
- Emas naik 0,1 persen ke US$1.777,20 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as bursa eropa indeks stoxx europe 600

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top