Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Saham BUMN Jumbo Paling Banyak Dilepas Asing, Bagaimana Nasib IHSG?

Tiga saham pelat merah menjadi yang paling banyak dilepas investor asing pada Rabu (2/7/2020).
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  08:30 WIB
Aktivitas karyawati di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, Kamis (11/6). Bisnis - Nurul Hidayat
Aktivitas karyawati di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, Kamis (11/6). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Tiga saham emiten BUMN, yakni  PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), menjadi yang paling banyak dilepas investor asing. Bagaimana nasib pergerakan IHSG hari ini?

Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mengakhiri pergerakannya di zona hijau dengan menguat 8,99 poin atau 0,18 persen pada perdagangan Rabu (1/7/2020).

Pergerakan indeks kemarin cenderung ekstrem. Begitu pasar dibuka, IHSG melesat ke level tertingginya 4.928,61. Namun penguatan itu tak berlangsung lama dan indeks anjlok ke zona merah meski sempat sedikit menguat kembali.

Kemudian sepanjang perdagangan indeks tertahan di zona merah dengan rentang pergerakan di level 4.905,39—4.885,60. Adapun jelang pasar ditutup, indeks tiba-tiba rebound dan mengakhiri lajunya di level 4.914,38.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 161 saham terpantau menghijau, 242 saham memerah, dan 165 saham stagnan.

Sementara itu, tekanan pasar juga diwarnai oleh aksi jual bersih investor asing yang tercatat mencapai Rp377,80 miliar.

Tiga saham pelat merah yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi yang paling banyak dilepas investor asing. Ketiganya masuk jajaran emiten berkapitalisasi jumbo.

Masing-masing mencatatkan net foreign sell senilai Rp127,2 miliar, Rp76,7 miliar, dan Rp20,0 miliar. Adapun secara kinerja, saham TLKM dan BBNI terkoreksi 0,33 persen dan 0,87 persen, sedangkan BMRI menguat 0,81 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan data inflasi maupun inflasi inti di Tanah Air yang mengalami penurunan merupakan sentimen yang menjadi penghalang bagi IHSG untuk mengalami kenaikan signifikan pada Rabu.

Namun, data-data Purchasing Managers’ Index atau indeks PMI dari negara-negara dengan perekonomian maju yang menunjukkan tren positif memberikan sentimen yang bagus bagi IHSG sehingga bisa ditutup di zona positif.

“Market mengapresiasi kenaikan harga komoditas dunia,” ujar Nafan.

Pada Kamis (2/7/2020), Nafan menyampaikan berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua IHSG memiliki kisaran level 4.865,27 hingga 4.778,71.

Lebih lanjut, Nafan mengungkapkan resistance pertama maupun kedua memiliki kisaran 4.975,54 dan 5.097,14. Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif sementara Stokastik dan RSI berada di area netral.

“Kendati demikian, terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG BUMN emiten bumn
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top