Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisa Akuisisi Saham Vale (INCO) dengan Harga Miring, Ini Rahasia Inalum

Semula Inalum menyiapkan dana Rp7,5 triliun untuk mengakuisisi 20 persen saham Vale Indonesia. Namun, negosiasi berujung pada kesepakatan harga Rp5,5 triliun.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  18:59 WIB
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tambang menyatakan bahwa akuisisi PT Vale Indonesia Tbk. dapat dilakukan pada valuasi yang lebih rendah setelah melewati proses negosiasi.

Direktur Utama Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Orias Petrus Moedak menjelaskan bahwa awalnya perseroan mempersiapkan dana sebesar Rp7,5 triliun untuk mengakuisisi 20 persen saham Vale Indonesia.

Alokasi tersebut didasarkan pada asumsi harga yang sebelumnya disepakati oleh perseroan dan Vale pada akhir tahun lalu. Namun, dengan perkembangan pasar saham dan turunnya harga saham emiten berkode INCO itu, perseroan kembali melakukan negosiasi.

“Setelah negosiasi dengan Vale, dana yang diperlukan itu tidak sampai Rp7,5 triliun, tapi hanya Rp5,5 triliun. Jjadi hasilnya di bawah US$500 juta, kami beli 2 miliar saham dengan harga Rp2.870,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (30/6/2020).

Dia menjelaskan guna memenuhi kebutuhan transaksi tersebut, perseroan menerbitkan utang obligasi global senilai US$2,5 miliar. Dana ini mayoritas digunakan untuk refinancing obligasi dan utang di level induk dan anak usaha.

“Kami tidak dapat Penyertaan Modal Negara (PMN), jadi kami pinjam di pihak ketiga,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa upaya refinancing utang dengan menerbitkan utang baru akan terus dilakukan. Menurutnya, meski harus menanggung beban bunga 5 persen—6 persen per tahun, imbal balik nilai investasi akan menutupi kebutuhan pembayaran itu.

Dia menjelaskan bahwa perseroan memperkirakan investasi lewat akuisisi itu akan mulai memberikan imbal balik secara utuh dalam 6—7 tahun ke depan. Namun, perseroan meyakini dalam waktu 3—4 tahun ke depan, investasi ini sudah dapat menghasilkan keuntungan kepada perseroan.

“Kalau tidak meminjam dikatakan neracanya malas atau tidak dimanfaatkan dengan baik. Dengan pinjam dengan bunga 5 persen—6 persen kami bisa hasilkan proyek yang lebih dari itu, tapi memang butuh kesabaran,” jelasnya.

Inalum dan Vale Indonesia telah menandatangani perjanjian definitif jual beli saham ID untuk pembelian 20 persen sahamnya pada 19 Juni 2020. Perjanjian itu merupakan kelanjutan dari perjanjian pendahuluan yang sebelumnya ditandatangani pada 11 Oktober 2019.

Dalam transaksi itu, Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd sebagai pemegang saham mayoritas INCO akan melepas kepemilikannya masing-masing sebesar 14,9 persen dan 5,1 persen kepada MIND ID.

Dengan demikian, setelah transaksi selesai maka kepemilikan saham INCO akan berubah menjadi Vale Canada Limited sebesar 44,3 persen, MIND ID sebanyak 20 persen, Sumitomo Metal Mining 15 persen, dan publik sebesar 20,7 persen.

MIND ID mencaplok 20 persen saham INCO dengan harga Rp2.780 per saham atau senilai Rp5,52 triliun atau setara US$371 juta. Transaksi itu ditargetkan akan selesai pada akhir 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inalum vale indonesia tbk
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top