Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Bullish atau Bearish, Laju IHSG Bagai Kanguru dalam Sepekan

Dalam sepekan, IHSG terkoreksi dalam tiga sesi dan terapresiasi dalam dua sesi. Secara keseluruhan, IHSG turun 0,77 persen dalam periode 22-26 Juni 2020.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  13:04 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Sepanjang pekan ini (22-26 Juni 2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,77 persen. Pekan lalu (15-19 Juni 2020), IHSG mencetak kenaikan 1,27 persen.

Selama dua pekan, pergerakan indeks mencoba untuk menembus 5.000 alias goceng. Sempat sekali menyentuh level goceng di beberapa sesi, indeks tetap tidak kuasa menjaga tren kenaikan hingga harus puas ditutup di bawah level 5.000.

Sepanjang pekan ini, IHSG ditutup menguat dua sesi dan terkoreksi dalam tiga sesi. IHSG ditutup di posisi 4.918,831 pada Senin dan parkir di level 4.904,088 pada Jumat.

Secara berturut-turut mulai dari Senin (22 Juni 2020), pergerakan IHSG ditutup -0,47 persen, -0,81 persen, +1,75 persen, -1,37 persen, dan -1,37 persen. 

IHSG bergerak naik dan turun tanpa tren naik atau turun yang kuat. Kondisi ini dikenal dengan kangaroo market ; mirip seperti lompatan kanguru. Bullish (tren kenaikan) dan bearish (tren penurunan) seolah-olah absen dalam pembahasan pergerakan laju indeks saham.

Volume transaksi perdagangan saham pada pekan ini mencapai 39,79 miliar lembar, turun 5,14 dibandingkan pekan lalu sebanyak 41,89 miliar lembar. Sementara nilai transaksi perdagangan juga turun 11,56 persen menjadi Rp35 triliun.

Pada pekan ini, otoritas bursa juga memberikan sejumlah stimulus untuk mendongkrak laju indeks saham. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan stimulus itu diberikan oleh BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia. 

Khusus untuk BEI, lanjutnya, stimulus yan diberikan adalah diskon 50 persen bagi pencatatan saham baru maupun perdana bagi perusahaan publik.

“Kami telah mengusulkan stimulus ini kepada OJK dan disetujui. Stimulus berlaku antara 18 Juni sampai dengan 17 Desember 2020. Kami ingin dengan stimulus terjadi kenaikan indeks gabungan,” katanya pada Jumat (26/6/2020).

Pada perdagangan Jumat, IHSG parkir di zona hijau. IHSG ditutup di level 4.904,09 dengan kenaikan 0,15 persen atau 7,36 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan pergerakan positif IHSG ditopang oleh sentimen kenaikan harga komoditas dunia.

Hal ini juga didukung oleh rilis data ekonomi yang cukup positif. Dia mengatakan penurunan angka pengangguran di AS menjadi katalis positif lebih lanjut untuk kenaikan IHSG pada hari ini.

"Di sisi lain, market juga mengapresiasi bank sentral Eropa yang berkomitmen untuk mempersiapkan fasilitas likuiditas baru untuk bank-bank sentral di luar kawasan Euro," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top