Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Facebook Bebani Penurunan Bursa AS, Investor Lari ke Surat Utang

Pasar surat utang menguat setelah kekhawatiran second wave menghadang optimisme reopening economy, sedangkan saham Facebook Inc. memperburuk penurunan bursa AS pada Jumat (26/6/2020).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  07:04 WIB
Indeks S&P 500 tergelincir dari level tertingginya dalam 7 pekan. / Reuters
Indeks S&P 500 tergelincir dari level tertingginya dalam 7 pekan. / Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham AS terperosok ke level terendah dalam lebih dari dua minggu, sementara pasar surat utang mengalami penguatan setelah kekhawatiran second wave menghadang optimisme pembukaan kembali ekonomi.

Aksi boikot pengiklan berhasil menekan saham Facebook Inc. hingga mencetak penurunan terbesar sejak Maret, yang memperburuk penurunan pasar pada perdagangan Jumat (26/6/2020).

S&P 500 turun 2,4 persen karena Texas dan Florida memutuskan membatasi berbagai kegiatan di tempat umum, termasuk berkumpul di bar dan Arizona melaporkan peningkatan infeksi.

Data belanja konsumen AS pada Mei 2020 mengalami melonjak karena orang Amerika menghabiskan uang bantuan sosial mereka, meskipun pendapatannya merosot.

Saham perbankan besar rontok setelah Federal Reserve membatasi dividen dan melarang aksi buyback saham hingga September mendatang.

"Orang-orang harusnya agak khawatir tentang apa yang terjadi di Sun Belt [negara bagian di sisi tenggara dan barat daya] dan peningkatan dramatis dalam kasus-kasus [Covid-19] yang telah kita lihat," kata Ahli Strategi Pasar Global di StoneX Yousef Abbasi.

Sementara itu, tembaga membukukan kenaikan mingguan keenam berturut-turut, dengan harga sempat mencapai US$6.000 per ton. Dolar AS menguat untuk hari ketiga dan imbal hasil surat utang US Treasury 10 tahun turun hingga 0,63 persen.

Sebagian besar investor di pasar saham AS mengabaikan kekhawatiran bahwa second wave atau gelombang kedua pandemi dapat memaksa pembuat kebijakan untuk membalikkan rencana pembukaan ekonomi, meskipun negara bagian di Selatan dan Barat Daya AS tidak dapat menghindari mundurnya beberapa kegiatan ekonomi.

Hal ini dikarenakan investor tetap yakin The Fed siap untuk meningkatkan bantuannya seandainya ekonomi mulai kembali tertekan.

Dalam sambutannya pada hari Jumat, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan pemulihan dari pandemi virus Corona akan tertahan dan akan mengubah sistem ekonomi secara permanen.

Minyak mentah diperdagangkan di bawah US$39 per barel di New York karena Rusia memangkas ekspor minyak mentah Ural andalannya ke level terendah dalam 10 tahun. Emas mencatat kenaikan mingguan ketiga, rekor penguatan harga terpanjang sejak Januari.

Saham:

- Indeks S&P 500 turun 2,4 persen ke level 3.009,02 as pada pukul 16:02 waktu New York, level terendah dua minggu.

- Dow Jones Industrial Average turun 2,8 persen to 25.015,48, level terendah dalam satu bulan terakhir dan penurunan terdalam di lebih dari dua minggu.

Nilai tukar:

- Bloomberg Dollar Spot Index merangkak naik 0.3 persen to 1.222,10, tertinggi dalam empat minggu terakhir.

- Euro terapresiasi sebesar 0,1 persen ke level US$1,1228.

- Yen sedikit melemah ke level 107,21 per dolar AS. Level terendah dalam seminggu.

Obligasi:

- Imbal hasil US Treasury tenor dua tahun turun dua basis poin ke level terendah dalam dua minggu.

- Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun lima basis poin menjadi 0,64 persen.

Komoditas:

- Harga minyak mentak West Texas Intermediate turun 1,4 persen menjadi US$38,17 per barel.

- Emas mengalami penguatan 0,4 persen menjadi US$1.770,76 per ounce, level tertinggi dalam delapan tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham as facebook covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top