Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR: Euforia Buyback Surut, Bersiasat Demi Tak Celaka Tiga Kali

Program buyback saham tanpa RUPS belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh emiten di tengah penguatan indeks dan upaya menjaga likuiditas.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  07:40 WIB
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi topik utama harian Bisnis Indonesia hari ini, Senin (22/6/2020), di antaranya program buyback saham tanpa RUPS yang belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh emiten.

Berikut ini ringkasan sejumlah topik utama hari ini:

Euforia Buyback Surut. Program buyback saham tanpa RUPS belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh emiten di tengah penguatan indeks dan upaya menjaga likuiditas. Insentif pengurangan pajak dalam program ini juga tidak akan diperpanjang oleh pemerintah.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal 2020 sampai dengan 9 Maret 2020 mengalami tekanan signifikan. Kondisi itu tecermin dari penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 18,46%.

Bersiasat Demi Tak Celaka Tiga Kali. Ada yang menarik dalam rapat kerja antara Badan Anggaran (Banggar) DPR dengan pemerintah pekan lalu. Waktu itu, Ketua Banggar M. Said Abdullah meminta Bank Indonesia dan pemerintah mempertegas skema berbagi beban atau burden sharing.

Untuk pembiayaan yang bersifat barang publik (public goods) misalnya, Said mengusulkan supaya pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menggunakan pola atau skema burden sharing, yakni beban pemerintah sebesar 0% dan BI sebesar 100%.

Stimulus UMKM: Realisasi Terkendala Administrasi. Realisasi stimulus program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disiapkan pemerintah untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih jauh dari target.

Airbus Tawarkan Resign Sukarela. Produsen pesawat Airbus S.E. menawarkan pengunduran diri sukarela kepada karyawan sebelum memutus hubungan kerja untuk memangkas beban biaya tanpa memicu keributan politik di Prancis dan Jerman.

Pangan Global Cenderung Kebal. Organisasi Pangan Dunia (FAO) tak mengaitkan pandemi virus corona dengan krisis pangan global. Namun, ketidakpastian tetap merundung pasar pangan global dan patut diwaspadai.

Dalam laporan Food Outlook 2020-2021 yang dirilis belum lama ini, FAO menyatakan dunia kini berada pada situasi yang lebih baik dibandingkan dengan krisis harga pangan global 2007-2008.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar pasar
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top