Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jajaran Komisaris dan Direksi Baru, Ini Rekomendasi Saham Telkom (TLKM)

MNC Sekuritas memprediksi dari analisis teknikalnya, pergerakan saham TLKM masih berpotensi untuk menanjak pada perdagangan pekan depan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 21 Juni 2020  |  10:59 WIB
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. - tlt.co.id
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. - tlt.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) pada Jumat (19/6/2020) kemungkinan besar masih akan menjadi sentimen positif bagi laju saham emiten pelat merah tersebut pekan depan.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp15,26 triliun atau Rp154,06 per saham.

Jumlah tersebut merupakan 81,78 persen dari total laba bersih emiten berkode saham TLKM tersebut untuk tahun buku 2019 yakni sebesar Rp18,03 triliun. Besaran tersebut terdiri dari 60 persen dividen tunai dan 21,78 persen dividen spesial.

Selain itu, penunjukkan Presiden Bukalapak M. Fajrin Rasyid sebagai Direktur Digital Business Telkom juga dianggap sebagai katalis positif untuk mengerek harga saham TLKM jelang cum dividen.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan bahwa melihat dari analisis teknikalnya, pergerakan saham TLKM masih berpotensi untuk menanjak pada perdagangan pekan depan.

“Untuk saham TLKM kita perlu melihat resistance terdekatnya di Rp3.390,” ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (19/6/2020).

Baginya, jika level target harga tersebut terkonfirmasi, peluang untuk saham TLKM menguat kembali ke level resisten berikutnya akan semakin besar.

Untuk diketahui, saham TLKM ditutup pada posisi stagnan Rp3.280, Jumat (19/6/2020). Selama seminggu terakhir, saham TLKM terpantau sudah melesat 10,43 persen.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan selama pandemi ini memang ada dampak positif seperti naiknya trafik terutama penggunaan data yang mencapai rata-rata 15 persen.

Namun, di saat bersamaan, pendapatan dari segmen enterprise tertekan seiring dengan adanya kebijakan work from home (WFH) dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Saat ini kita masih belum bisa membuat proyeksi yang cukup akurat sampai akhir 2020 ini karena kita juga tidak tahu sampai kapan pandemi masih berlangsung,” ujarnya saat konferensi pers usai RUPST, Jumat (29/6/2020)

Sementara itu, Ririek mengatakan untuk proses ekspansi perseroan sejauh ini masih sesuai rencana dengan alokasi belanja modal atau capital expenditure sesuai anggaran di awal tahun yakni 25 persen dari pendapatan perseroan.

“Secara umum ekspansi masih berlanjut, walau di daerah-daerah yang zona merah agar tersendat tapi kita usahakan tidak menghambat,” imbuh Ririek.

Di sisi lain, perseroan juga berencana terus menggenjot lini bisnis digitalnya. Apalagi saat ini Telkom memiliki nama-nama baru di jajaran direksinya, termasuk Co-Founder Bukalapan M. Fajrin.

Perseroan memang membutuhkan sosok yang memahami dan memiliki kompetensi di industri digital, demi memuluskan proses transfomasi layanan digital Telkom.

“Dan yang dipilih pemegang saham adalah Mas Fajrin ini. Jadi kalau kabinet punya ‘Mas Menteri’, kami punya ‘Mas Direktur’,” kata Ririek.

Dia berharap dengan bergabungnya Fajrin ke jajaran direksi, Telkom dapat mempercepat transformasi digitalnya. Apalagi, Ririek menilai kondisi pandemi ini membuat kebutuhan akan layanan digital meningkat pesat.

“Dengan adanya Covid ini perusahaan harus mengakselerasi transformasi digital, termasuk Telkom. Kita berharap dengan ini kita bisa segera bertransformasi dan bisa tangkap setiap kesempatan,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham telkom rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top