Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Butuh Modal untuk Ekspansi, MNC Vision (IPTV) Siap Private Placement

MNC Vision Network akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 3,52 miliar saham. Jumlah itu maksimal setara sebanyak-banyaknya 10 persen dari total saham ditempatkan dan disetor penuh.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  22:04 WIB
Direktur Utama PT MNC Vision Networks Tbk. (MVN) Ade Tjendra (tengah) berfoto bersama Direktur Hari Susanto (dari kiri), Direktur Independen Vera Tanamihardja, DIrektur Iris Wee Soo Lin dan DIrektur Anthony Chandra K usai acara Due Diligence Meeting dan Public Expose di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Direktur Utama PT MNC Vision Networks Tbk. (MVN) Ade Tjendra (tengah) berfoto bersama Direktur Hari Susanto (dari kiri), Direktur Independen Vera Tanamihardja, DIrektur Iris Wee Soo Lin dan DIrektur Anthony Chandra K usai acara Due Diligence Meeting dan Public Expose di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT MNC Vision Network Tbk. berencana menerbitkan saham sebagai upaya menggalang dana segar untuk kebutuhan ekspansi. Perseroan akan meminta restu dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham yang akan digelar 28 Juli 2020 mendatang.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada pemegang saham, Jumat (19/6/2020), MNC Vision Network akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 3,52 miliar saham. Jumlah itu maksimal setara sebanyak-banyaknya 10 persen  dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan per tanggal 31 Desember 2019.

Manajemen menyebut, dana yang akan diterima perseroan dari pelaksanaan penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu akan digunakan untuk meningkatkan struktur permodalan. Hal itu dipandang perlu untuk mendukung pertumbuhan jumlah pelanggan yang berkelanjutan.

"Ini akan mendukung pertumbuhan jumlah pelanggan yang berkelanjutan untuk bisnis IPTV (Internet Protokol TV) dan layanan Digital Streaming (OTT)," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Selain itu, penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement uga akan meningkatkan jumlah saham beredar sehingga likuiditas perdagangan saham meningkat. Emiten bersandi saham IPTV itu juga dapat mengundang investor yang berminat menanamkan modal di perseroan dan memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan.

Dengan adanya jumlah saham baru yang dikeluarkan,  pemegang saham akan mengalami efek dilusi kepemilikan sebesar 9,09 persen, jumlah yang dinilai manajemen relatif kecil. Per 31 Desember 2019, pemilik saham IPTV adalah PT Global Mediacom Tbk. (64,92 persen), PT Infokom Elektrindo (2,80 persen), dan masyarakat (32,28 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top