Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mata Uang Asia Tumbang, Rupiah Masih Cetak Kenaikan Tipis

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp14.115 per dolar AS, naik 0,13 persen atau 18 poin. Kinerja harian tersebut menjadi yang terbaik di antara mata uang Asia lainnya.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  17:10 WIB
Karyawati menghitung uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menghitung uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berhasil ditutup di zona hijau, melawan tren mata uang di Asia yang terkoreksi pada perdagangan hari ini, Senin (15/6/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp14.115 per dolar AS, terapresiasi 0,13 persen atau 18 poin. Kinerja harian tersebut menjadi yang terbaik di antara mata uang Asia lainnya, tepat diatas dolar Hong Kong yang stagnan.

Penguatan tersebut terjadi ketika indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,12 persen ke level 97,207.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa penguatan rupiah didukung oleh respon pasar yang menyambut baik rilis neraca perdagangan periode Mei 2020 yang surplus US$2,09 miliar. Adapun, Badan Pusat Statistik juga melaporkan neraca perdagangan sepanjang Januari-Mei 2020 mencatatkan surplus US$4,31 miliar.

“Surplus neraca perdagangan membawa angin segar bagi pergerakan mata uang Garuda yang saat ini terus terombang-ambing ketidakpastian pandemi Covid-19 dan perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang terkontraksi,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (15/6/2020).

Kendati demikian, surplus tersebut sesungguhnya tidak begitu positif lantaran data impor yang anjlok terlalu dalam dibandingkan dengan penurunan data ekspor. 

BPS melaporkan kinerja ekspor Mei 2020 mencapai US$10,53 miliar, turun 13,4 persen dari bulan sebelumnya. Sementara itu, kinerja impor periode Mei 2020 hanya mencapai US$8,44 miliar turun 32,65 persen daripada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, beroperasinya kembali pusat perbelanjaan di DKI Jakarta juga menjadi katalis bagi pergerakan rupiah. Hal itu meningkatkan kepercayaan diri pasar sehingga ada harapan roda ekonomi akan kembali berputar dan ekonomi kembali stabil. Dengan demikian, ada harapan arus modal asing akan kembali deras mengalir ke pasar dalam negeri.

Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup menguat pada perdagangan Selasa (16/6/2020). Rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp14.095 hingga Rp14.150 per dolar AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top