Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Teka-Teki Kursi Direksi PTBA, ANTM, dan TINS, Setelah Perombakan BUMN Karya

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Timah Tbk. (TINS), dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dijadwalkan yang akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 10 Juni 2020 hingga 11 Juni 2020. Tiga anak usaha Holding BUMN Pertambangan itu sama-sama memasukkan agenda persetujuan perubahan susunan pengurus perseroan ke dalam mata acara RUPST.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  18:59 WIB
Pabrik peleburan PT Inalum (Persero). - inalum.id
Pabrik peleburan PT Inalum (Persero). - inalum.id

Bisnis.com, JAKARTA — Tiga emiten BUMN pertambangan akan segera menggelar rapat umum pemegang saham tahunan. Mata acara perubahan komposisi susunan pengurus perseroan kembali menjadi sorotan.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kepemimpinan Erick Thohir, selaku pemegang saham mayoritas, baru saja merombak susunan direksi dan komisaris PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Empat emiten BUMN karya itu kini memiliki mandor alias Direktur Utama (Dirut) baru.

Selanjutnya, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Timah Tbk. (TINS), dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dijadwalkan yang akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 10 Juni 2020 hingga 11 Juni 2020.

Tiga anak usaha Holding BUMN Pertambangan itu sama-sama memasukkan agenda persetujuan perubahan susunan pengurus perseroan ke dalam mata acara RUPST.

Perubahan di jajaran direksi emiten BUMN pertambangan sebenarnya telah dilakukan oleh Erick sejak akhir tahun lalu. Susunan pengurus ANTM telah dirombak pada Desember 2019.

Produsen mineral logam itu menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Kamis (19/12/2019). Hasilnya, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Arie Prabowo Ariotedjo sebagai Direktur Utama, Dimas Wikan Pramudhito sebagai Direktur Keuangan, dan Sutrsino S. Tatetdagat sebagai Direktur Pengembangan Usaha.

Sebagai gantinya, Erick menunjuk Dana Amin sebagai Direktur Utama, Anton Herdianto sebagai Direktur Keuangan, dan Risono sebagai Direktur Pengembangan Usaha.

Selanjutnya, terjadi perubahan susunan direksi untuk TINS dalam RUPSLB yang berlangsung, Senin (10/2/2020). Saat itu, Kementerian BUMN mengangkat tiga direksi baru namun masih mempertahankan posisi Riza Pahlevi Tabrani sebagai Direktur Utama.

Riza menduduki kursi pucuk pimpinan TINS terhitung sejak 7 April 2016. Sebelumnya, dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Untuk PTBA, Erick belum melakukan perubahan susunan pengurus perseroan secara besar-besaran. Perubahan hanya terjadi karena dilantiknya Suryo Eko Hadianto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi dan Produksi Bukit Asam menjadi Direktur Transformasi Bisnis di PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).

Adapun, posisi yang ditinggalkan Suryo diisi oleh Direktur Niaga Bukit Asam Adib Ubaidillah selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Operasi dan Produksi. Dengan demikian, mayoritas pengurus PTBA saat ini merupakan orang-orang yang diangkat pada masa kepemimpinan Menteri BUMN Rini Soemarno periode 2014-2019.

Kabar perubahan direksi kembali terdengar jelang RUPST maraton tiga anak usaha Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tersebut. Apalagi, kinerja keuangan ketiganya terbilang kurang mentereng pada 2019.

PTBA melaporkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp4,05 triliun per 31 Desember 2019. Realisasi itu turun 19,24 persen dibandingkan dengan Rp5,02 triliun periode 2018.

Pencapaian itu berbanding terbalik dari rentang 2016—2018. Jumlah laba bersih yang dikantongi sepanjang periode itu masing-masing Rp2,00 triliun, Rp4,47 triliun, dan Rp5,02 triliun.

Nasib serupa dialami oleh ANTM yang mencatatkan penurunan kinerja laba bersih 88,2 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp193,85 miliar pada 2019. Pencapaian itu berbanding terbalik dari raihan pertumbuhan laba bersih tahunan periode 2018 yang mencapai 541 persen.

Sementara itu, TINS membukukan rugi tahun berjalan senilai Rp611,28 miliar pada 2019. Nilai itu berbalik dari laba bersih Rp132,29 miliar per 31 Desember 2018.

Saat dimintai konfirmasi Bisnis, Sekretaris Perusahaan Timah Abdullah Umar Baswedan mengatakan selama dimasukan dalam agenda RUPS, perubahan susunan pengurus perseroan merupakan hak pemegang saham seri A dan pemegang saham mayoritas.

Sampai berita ini diturunkan, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga belum memberikan respons pertanyan Bisnis terkait adanya kemungkinan perombakan jajaran pengurus PTBA, ANTM, dan TINS dalam RUPST.

Secara terpisah, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan direksi 3 BUMN tambang itu baru mengalami perubahan awal tahun ini. Dengan demikian, perlu dipertimbangkan dengan matang apabila ada perubahan lagi dalam RUPST mendatang.

“Direksi yang baru dibentuk butuh waktu dalam fine tuning bisnis dan mungkin perlu diberikan waktu untuk unjuk kinerja. Misalnya, setelah berjalan dua semester dan performa tidak sesuai harapan mungkin opsi penggantian bisa dilakukan,” jelasnya, Selasa (9/6/2020).

Toto menilai pergantian direksi BUMN yang terlalu sering, apalagi di perusahaan terbuka, akan memicu ketidakpastian tentang prospek perusahaan ke depan. Akibatnya, bisa tumbuh keraguan di investor.

“Kalaupun ada penggantian mungkin di PTBA karena belum ada penggantian manajemen pengelola dalam beberapa tahun terakhir,” imbuhnya.

Sementara itu, Senior Vice President Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menjelaskan bahwa sektor pertambangan menghadapi tantangan global akibat penyebaran pandemi Covid-19. Menurutnya, perseroan akan dituntut untuk lebih peduli kepada faktor ramah lingkungan.

Janson menyebut sektor yag diuntungkan terkait dengan komoditas nikel. Pasalnya, permintaan kendaraan eletrik akan semakin meningkat.

“Konsumer akan buy less fossil fuel car. Jadi, TINS dan PTBA bisnis modelnya harus beradaptasi dengan tantangan global pasca pandemi yang berhubungan dengan ramah lingkungan. Bisa tidak direksi-direksi yang baru atau existing beradaptasi dengan tantangan tersebut,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN antam ptba rups timah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top