Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Berpeluang Menguat di Awal Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menguat pada awal pekan nanti meski rawan aksi profit taking di akhir pekan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 31 Mei 2020  |  13:42 WIB
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menguat pada awal pekan nanti meski rawan aksi profit taking di akhir pekan.

Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan IHSG berpotensi konsolidasi menguat di pekan ini dengan support di level 4.700 sampai 4.541 dan resistance di level 4.800 sampai 4.975.

Penguatan IHSG tersebut dikarenakan adanya rencana penerapan new normal di dalam negeri. Hal itu dinilai akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.

Apalagi pelonggaran pembatasan sosial yang dilakukan di berbagai negara belum memiliki tanda-tanda gelombang kedua Covid-19.

"Perkembangan penelitian untuk menemukan vaksin Covid-19 akan selalu menjadi perhatian pelaku pasar," katanya, Minggu (31/5/2020).

Sementara itu, pelaku pasar masih akan mencermati ketegangan Amerika Serikat dengan China menyusul persetujuan Kongres Rakyat Nasional China atas penerapan RUU Keamanan Nasional di Hong Kong.

Pernyataan Presiden Amerika Serikar Donald Trump yang mengisyaratkan tidak ada perubahan kesepakatan perdagangan dengan China, meskipun tensi kedua negara meningkat, menjadi sentimen positif di awal pekan.

Selain itu, Trump sejauh ini telah mencabut kesitimewaan Hong Kong seperti tidak akan menerima perlakuan keistimewaan tarif dan tidak ada dwikewarganegaraan.

"Peluang Amerika Serikat mengenakan sanksi terhadap perusahaan dan pejabat China atas situasi yang terjadi di Hong Kong mungkin akan menjadi perhatian pasar," sebut Hans Kwee.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG hong kong New Normal
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top