Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Jisdor Menguat ke 14.785, Rupiah Tergelincir di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.785 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (20/5/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  10:54 WIB
Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Rabu (18/3) hingga pukul 10.09 WIB, nilai tukar rupiah melemah 140 poin atau 0,93 persen ke posisi Rp15.223 per dolar AS. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar - wsj.
Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Rabu (18/3) hingga pukul 10.09 WIB, nilai tukar rupiah melemah 140 poin atau 0,93 persen ke posisi Rp15.223 per dolar AS. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar - wsj.

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.785 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (20/5/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.785 per dolar AS, menguat 38 poin atau 0,25 persen dari posisi Rp14.823 pada Selasa (19/5/2020).

Adapun, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau berbalik melemah tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.775 per dolar AS pukul 10.14 WIB dibandingkan level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (18/5/2020), nilai tukar mata uang rupiah mampu ditutup di level Rp14.770 per dolar AS dengan apresiasi sebesar 80 poin atau 0,54 persen.

Sebelum tergelincir, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat berlanjut pada perdagangan Rabu dengan dibuka terapresiasi 15 poin ke level Rp14.755 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak dalam kisaran 14.755 – 14.775 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston mengatakan rupiah berpotensi untuk melanjutkan penguatannya didukung sentimen pelonggaran lockdown oleh beberapa negara dan kemajuan penemuan vaksin yang akan memberikan harapan bahwa ekonomi akan segera pulih.

Perusahaan bioteknologi asal AS, Moderna Inc., mengaku mencatat perkembangan positif atas penelitian vaksin Covid-19. Kabar ini serta merta membangkitkan harapan pasar bahwa pandemi ini akan segera berakhir.

“Namun, pasar tampak masih akan mewaspadai perkembangan wabah dan juga potensi perang dagang antara AS dan China sehingga rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp14.700 hingga Rp14.900 per dolar AS,” terang Ariston kepada Bisnis.

Sebagai informasi tambahan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan kembali memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah ini selama 14 hari lagi atau dua pekan lagi.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang lain di Asia juga tampak terdepresiasi tipis terhadap dolar AS, antara lain won Korea Selatan (-0,16 persen), peso Filipina (-0,06 persen), dan dolar Singapura (-0,04 persen) pukul 10.16 WIB.

Sementara itu, indeks dolar, yang melacak pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia lainnya, terpantau naik tipis 0,09 persen atau 0,092 poin ke posisi 99,463 setelah berakhir di level 99,371 pada Selasa (19/5/2020).

Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar AS bergerak dalam kisaran level 99,413 – 99,562.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

20 Mei

Rp14.785

19 Mei

Rp14.823

18 Mei

Rp14.885

15 Mei

Rp14.909

14 Mei

Rp14.946

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as jisdor
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top