Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja 2019 : Berkat Akuisisi, Trisula (TRIS) Raup Penjualan Rp1,48 Triliun 

Hasil akuisisi yang dilakukan oleh Trisula International disebut belum akan berdampak signifikan dalam waktu dekat karena secara umum industri tekstil terimbas pandemi virus corona (Covid-19).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  18:42 WIB
Direktur Utama PT Trisula International Tbk (TRIS) Santoso Widjojo (kiri) memberikan penjelasan usai RUPST di Jakarta, Senin (29/4/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Direktur Utama PT Trisula International Tbk (TRIS) Santoso Widjojo (kiri) memberikan penjelasan usai RUPST di Jakarta, Senin (29/4/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tekstil dan ritel PT Trisula International Tbk. (TRIS) membukukan pertumbuhan penjualan setelah menyelesaikan akuisisi PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL) pada 2019 lalu.

Dikutip dari laporan keuangan per 31 Desember 2019, Trisula International mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,48 triliun, naik 5,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sejalan dengan kenaikan penjualan bersih, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan sebesar 7 persen sebesar Rp1,13 triliun pada tahun 2019. 

Pengelolaan biaya (cost control) yang  dilakukan sepanjang tahun 2019 mengakibatkan beban usaha Trisula tahun 2019 hanya naik 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sehingga laba usaha dapat naik sebesar 5,6 persen. 

Beban pajak tangguhan pada tahun 2019, serta adanya efek penyesuaian performa atas laba neto tahun berjalan yang berasal dari transaksi akuisisi Trisula Textile akhirnya membuat laba neto secara konsolidasi pada tahun 2019 menurun sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun 2018.  

Adapun, konsolidasi dengan Trisula Textile membuat pangsa pasar Trisula International pada tahun 2019 berimbang antara penjualan domestik sebesar 51 persen dan ekspor sekitar 49 persen.   

Pertumbuhan pendapatan pada tahun lalu diklaim sebagai awal keberhasilan strategi perseroan mengkonsolidasikan bisnis tekstil dan garmen Trisula Group. 

Direktur Utama Trisula International Santoso Widjojo menyampaikan apresiasinya kepada semua karyawan dan juga bersyukur pada tahun 2019 perseroan telah menuntaskan rights issue dan akuisisi Trisula Textile sehingga bisa segera mewujudkan konsolidasi dan sinergi di Trisula Group di masa yang akan datang.  

“Memang pandemi Covid-19 ini akan berdampak pada bisnis perseroan sehingga hasil dari konsolidasi dan sinergi tersebut kemungkinan masih belum akan terwujud secara maksimal pada tahun ini. Perseroan sedang menganalisa ulang proyeksi tahun ini dengan mengkaji dampak pandemi tersebut terhadap kinerja perseroan,” jelas Santoso dikutip dari siaran persnya, Sabtu (9/5/2020).

Dalam rangka menanggapi dan memenuhi permintaan pasar pada masa pandemi Covid-19  ini, emiten berkode saham TRIS tersebut telah memproduksi dan memasarkan produk alat pelindung diri yakni hazmat dan masker non medis. Kedua produk ini dibuat menggunakan bahan kain woven polyester yang merupakan hasil produksi Trisula Textile. 

APD baju hazmat dan masker non medis tersebut dijahit dan diproduksi oleh PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing dan PT Trimas Sarana Garment Industry yang merupakan anak usaha dari Trisula International. 

Trisula International bersama Trisula Group juga menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk berkontribusi membantu pemerintah menangani Covid-19 dengan menyumbangkan produk Alat Pelindung Diri (APD) non medis berupa 100.000 masker non medis dan 5.000  potong APD baju hazmat.

Terakhir, sebagai integrated apparel provider, perseroan menyebutkan akan terus mencari peluang dan memperluas pasar dalam negeri maupun luar negeri dengan  fleksibilitas, kecepatan produksi, dan kualitas tinggi serta berupaya mengembangkan produk agar lebih kompetitif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten tekstil
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top