Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Kuartal I/2020 Tumbuh Tipis, Saham Gudang Garam (GGRM) Menguat

Pada perdagangan Rabu (29/4/2020) sesi I, saham GGRM menguat 0,57 persen atau 250 poin menuju Rp44.300. Sepanjang perdagangan harga bergerak di rentang Rp44.000 - Rp44.700.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 April 2020  |  12:53 WIB
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (kiri) dan Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta menandatangani nota kesepahaman rencana kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (kiri) dan Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta menandatangani nota kesepahaman rencana kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menguat seiring dengan kinerja yang apik pada kuartal I/2020.

Pada perdagangan Rabu (29/4/2020) sesi I, saham GGRM menguat 0,57 persen atau 250 poin menuju Rp44.300. Sepanjang perdagangan harga bergerak di rentang Rp44.000 - Rp44.700.

Total transaksi mencapai Rp7,78 miliar dengan frekuensi 686 kali transaksi. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp85,24 triliun dengan price to earning ratio (PER) 7,83 kali.

Sepanjang tahun berjalan, harga saham GGRM terkoreksi 16,42 persen. Ini membuat GGRM terlempar dari daftar 10 besar big caps dengan kapitalisasi di atas Rp100 triliun. Namun, sebulan terakhir sahamnya menguat 7,79 persen.

Dikutip dari laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 31 Maret 2020 yang di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/4/2020), perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih 3,88 persen, menjadi Rp2,45 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,35 triliun.

Walhasil, produsen rokok dengan jenama Gudang Garam dan Surya tersebut akan membagikan laba bersih per saham atau earning per share sebesar Rp1.272, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp1.224.

Pertumbuhan laba ini disumbang oleh kenaikan pendapatan perseroan sebesar 4,06 persen, dari semula pada posisi Rp26,20 triliun menjadi Rp27,26 triliun pada kuartal I/2020.

Berdasarkan segmennya, penjualan dari sigaret kretek mesin mendominasi sebesar 90,83 persen dari total pendapatan diikuti dengan sigaret kretek tangan yang hanya berkisar 7,89 persen dari total omzet.

Sementara, penjualan sigaret kretek mesin di pasar domestik berkontribusi besar pada pendapatan perseroan dengan kisaran 89,91 persen, diikuti dengan penjualan sigaret keretek mesin ekspor yang hanya menyumbang 0,92 persen dari total seluruh pendapatan.

Adapun, beban pokok penjualan dan beban usaha perseroan secara bersamaan meningkat masing-masing 4,89 persen menjadi Rp22,32 triliun dan 3,93 persen menjadi Rp1,7 triliun.

Namun, perseroan berhasil menambah pundi-pundi uangnya dari pendapatan lainnya yang naik 18,83 persen menjadi Rp77,44 miliar, dan penghasilan dari laba kurs sebesar Rp26,18 miliar pada kuartal pertama tahun 2020.

Pos liabilitas perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini juga menurun 15,39 persen menjadi Rp23,45 triliun dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2019. Bersamaan dengan itu, pos ekuitas perseroan meningkat 4,8 persen menjadi Rp53,38 triliun.

Hal ini membuat total aset perseroan menurun tipis 2,31 persen dari posisi Rp78,65 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp76,83 triliun pada akhir kuartal i/2020.

Terakhir, kas dan setara kas akhir periode perseroan melonjak 81,14 persen dari posisi kuartal I/2019 sebesar Rp1,69 triliun menjadi Rp3,06 triliun pada kuartal I/2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok gudang garam transaksi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top