Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Diterapkan, Operasional Eka Sari Lorena (LRNA) Anjlok

Penurunan kinerja mulai terjadi di awal kuartal II/2020 saat pembatasan sosial berskala besar diterapkan di Jakarta.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 28 April 2020  |  21:39 WIB
Suasana sepi di area keberangkatan antar kota Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Suasana sepi di area keberangkatan antar kota Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten transportasi darat PT Eka Sari Lorena Tbk. (LRNA) melansir penurunan operasional hingga 90 persen sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan sejak pekan kedua April 2020.

Managing Director Eka Sari Lorena Dwi Ryanta Soerbakti mengatakan sepanjang kuartal I/2020 kinerja perseroan berjalan normal dan belum terdampak penyebaran virus corona (Covid-19). Namun, kondisi berbalik pada pertengahan Maret 2020. 

Pria yang akrab dipanggil Anda itu menyebut di awal April 2020 mulai terjadi penurunan yang signifikan, baik dari jumlah penumpang maupun dari jumlah armada yang beroperasi.

 “[Pendapatan] Kuartal kedua belum bisa saya prediksi secara pasti karena baru mulai di April. Tapi pasti turun cukup banyak karena semua angkutan umum dilarang pemerintah untuk beroperasi sejak 24 April hingga 31 Mei,” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (28/4/2020)

Anda berharap wabah virus corona bisa segera berakhir. Terlebih, beberapa prediksi menyebut wabah ini akan berakhir pada awal Juni 2020 mendatang. Bila hal itu terealisasi sehingga industri angkutan darat bisa kembali normal.

Kementerian Perhubungan juga melansir terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan umum Februari – Maret 2020. 

Jumlah bus yang beroperasi di seluruh terminal pada Maret 2020 turun 18,35 persen menjadi 246.785 unit dibandingkan dengan posisi Februari 2020. Sejalan dengan itu, jumlah penumpang turun 19,57 persen menjadi 1,88 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten bus
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top