Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lalu Lintas Tol Berkurang, Jasa Marga Sebut Arus Kas Operasi Masih Positif

Meski mulai terjadi penurunan lalu lintas di tol yang dikelola perseroan, hingga saat ini perseroan masih bisa mencatatkan arus kas operasi positif.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 26 April 2020  |  21:57 WIB
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol Pondok Ranji di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol Pondok Ranji di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menyatakan arus kas operasi tetap positif walaupun wabah Covid-19 melanda. Perseroan juga akan menempatkan likuiditas sebagai prioritas dalam menghadapi pandemi.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto menyatakan bahwa meski mulai terjadi penurunan lalu lintas di tol yang dikelola perseroan, hingga saat ini perseroan masih bisa mencatatkan arus kas operasi positif.

“Arus kas operasi masih positif, khususnya di induk. Kalau anak usaha, memang belum karena rata-rata 5 tahun masih akan negatif,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (26/4/2020).

Dia juga mengatakan bahwa perseroan masih belum memanfaatkan fasilitas stand by loan dari bank yang bernilai sekitar Rp4,75 triliun di level induk. Hal ini dapat dilakukan karena pengerjaan sejumlah ruas jalan tol juga ikut tertunda.

“Karena progress-nya kan juga melambat, jadi kalau untuk bayar operasional sehari-hari kami masih cukup dari pendapatan tol,” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya juga masih mengkaji dampak dari pembatasan pada sejumlah ruas jalan tol, sejalan dengan peraturan pemerintah terkait larangan mudik tahun ini. Dia mengatakan pihaknya belum dapat memprediksi seberapa besar penurunan yang akan terjadi.

Untuk Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek II, lanjutnya, perseroan melakukan pembatasan mudik, bukan sepenuhnya menutup akses tol tersebut. Secara teknis, Jasa Marga akan meminta kendaraan yang akan mudik untuk keluar di pintu tol terdekat.

“Jalan tolnya dijaga untuk pemudik di dua titik, Cikarang Barat, Tol Jakarta Cikampek dan pintu Tol Jakarta Tangerang, apabila pengendara mau mudik akan dikeluarkan di pintu tol tersebut, untuk balik arah ke Jakarta,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini penanganan Covid-19 serta menjaga arus kas menjadi fokus perseroan. Adapun, potensi penurunan pendapatan tidak dapat dihindari sebelum pandemi ini benar-benar usai. Dia meyakni, saat pandemi ini berlalu pendapatan akan kembali normal dengan cepat.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Adrian Priohutomo menjelaskan bahwa sebelum adanya larangan mudik sekalipun, perseroan sudah mengalami penurunan lalu lintas. Persentase penurunannya mencapai sekitar 40 persen untuk periode Maret hingga April ini.

Untuk mengantisipasi penurunan traffic lebih jauh yang akan berdampak terhadap pendapatan, perseroan akan melakukan sejumlah efisiensi, khususnya dari sisi operasional. Hal ini diharapkan dapat menjaga arus kas tetap positif ditengah menurunnya arus kas penerimaan dari pendapatan tol.

Di sisi lain, penyelesian proyek diharapkan dapat terus berjlaan sesuai dengan arahan Kementerian PUPR. Pengerjaan proyek akan dilakukan bertahan sesuai dengan aturan pemerintah terkait dengan pembatasan fisik atau physical distancing.

“Efisiensi lebih ke operasional, untuk penyelesaian proyek, kami terus lanjutkan, sesuai arahan kementrian PUPR bahwa proyek tetap harus berjalan dengan menerapkan physical distancing,” ujarnya belum lama ini.

Dia mengatakan bahwa pengerjaan proyek yang ditargetkan selesai tahun ini tidak mengalami perubahan. Menurutnya, hal ini masih bisa tercapai karena sebagain besar proyek dilakukan dengan skema pembayaran kontrak pre financing yang menjamin pembayaran dilakukan setelah proyek usai.

“Jadi, baru akan kami bayarkan ke kontraktor setelah proyek selesai, dan kredit investasinya sudah di setujui bank semuanya bila pada saatnya kami bayar nantinya,” katanya.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa proses pengerjaan proyek dari sisi pembebasan lahan juga tetap diberlakukan secara normal. Beberapa contoh pembebasan lahan masih dilakukan terhadap ruas Cinere-Serpong dan Batu Ceper-Cengkareng.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol jasa marga Mudik Lebaran
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top