Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stimulus Dinanti, Harga Emas Kian Berkilau

Harga emas Comex telah naik dalam beberapa perdagangan terakhir dan kini diperkirakan akan terus bergerak ke level US$1.800 per troy ounce.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 April 2020  |  07:25 WIB
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Senin (6/1/2020). -  ANTARA / Ari Bowo Sucipto
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Senin (6/1/2020). - ANTARA / Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas berjangka di bursa Comex kembali merangkak seiring dengan harapan lebih banyak stimulus saat penguncian wilayah atau lockdown mulai berdampak terhadap perekonomian Amerika Serikat.

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2020 naik 0,41 persen menjadi US$1.745,40 per troy ounce hingga akhir perdagangan Kamis waktu New York atau Jumat WIB. Sehari sebelumnya, harga emas Comex juga naik 2,99 persen.

"Mendukung emas adalah kelanjutan dari stimulus bank-bank sentral global, khususnya hari ini ... Di sini di AS, kami memberikan suara pada tambahan rancangan undang-undang stimulus 500 miliar dolar AS," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS akan berkumpul di Washington pada Kamis waktu setempat untuk meloloskan rancangan undang-undang bantuan virus corona senilai 484 miliar dolar AS. Walhasil total dana disetujui untuk krisis akibat virus corona  mencapai hampir tiga triliun dolar AS.

Rancangan undang-undang itu akan menjadi yang keempat disahkan untuk mengatasi krisis yang telah menewaskan lebih dari 47.000 orang di AS.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan 4,427 juta lebih orang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu, dengan total masuk lima minggu terakhir ke rekor 26 juta, ketika pembatasan untuk mengekang wabah virus corona menghancurkan ekonomi.

 Edward Moya, seorang analis pasar senior di broker OANDA dalam sebuah laporan menyebut tingkat pengangguran tampaknya bisa menuju level 20 persen dan menjadi alasan kuat bagi bank sentral dan Pemerintahan Trump untuk memberikan stimulus.

"Emas bergerak naik menuju 1.800 dolar AS per ounce. Perdagangan stimulus tidak akan hilang dalam waktu dekat dan itu berarti rekor tertinggi untuk emas (dalam dolar) pada musim panas," tulisnya.

Emas cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus luas dari bank-bank sentral dan pemerintah-pemerintah karena secara luas dipandang sebagai sebuah lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Harga Emas Antam harga emas comex

Sumber : Antara

Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top