Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

'Lockdown' Dimulai Saat Ramadan, Emiten Beras (HOKI) Sulit Prediksi Penjualan

Buyung Poetra Sembada masih mengacu pada aturan harga eceran tertinggi (HET) oleh pemerintah sehingga kenaikan harga jual rata-rata produk jika permintaan bahan pokok tinggi di pasaran.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 24 April 2020  |  09:06 WIB
Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) Sukarto Bujung (tengah) berbincang dengan Direktur Sukaking Bujung (dari kiri),  Direktur Budiman Susilo, Komisaris Utama  Jonathan Jochanan dan Komisaris Elly Tjandra usai rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) Sukarto Bujung (tengah) berbincang dengan Direktur Sukaking Bujung (dari kiri), Direktur Budiman Susilo, Komisaris Utama Jonathan Jochanan dan Komisaris Elly Tjandra usai rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati penjualan selalu meningkat pada bulan Ramadan, emiten beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) menyatakan sulit memprediksi penjualan pada momentum Ramdan tahun ini. 

Investor Relations Buyung Poetra Sembada Dion Surijata mengatakan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan social distancing adalah pemicu dari estimasi yang kabur tersebut.

“Untuk saat ini akan lebih sulit memprediksi kenaikan (pendapatan) karena dampak dari penyebaran virus COVID-19 ini sehingga meskipun biasanya ada peningkatan penjualan di bulan Ramadan namun tahun ini kondisinya berbeda dimana ada PSBB dan social distancing,” jelas Dion kepada Bisnis, Jumat (23/4/2020).

Untuk diketahui, pemerintah mulai hari ini melarang angkutan umum baik darat, laut, dan udara untuk keluar masuk daerah zona merah pandemi Covid-19. Pelarangan untuk semua transportasi umum dimulai serentak pada hari ini, tetapi masa pemberlakuannya berbeda-beda untuk setiap moda transportasi

Pelarangan juga berlaku untuk wilayah dengan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai hari ini, Jumat (24/4). Praktis membuat aktivitas warga ‘terkunci’. 

Lebih lanjut, Dion menuturkan pihaknya sampai dengan sekarang masih mengacu pada aturan harga eceran tertinggi (HET) oleh pemerintah sehingga kenaikan harga jual rata-rata produk pun terbatas andaikata permintaan bahan pokok tinggi di pasaran.

Adapun, selama momentum bulan puasa ini, perseroan yang memproduksi beras dengan jenama Topi Koki tersebut untuk sementara menggunakan kapasitas yang sudah ada yakni tersebar di pabrik Pasar Induk Cipinang Jakarta dan Subang Jawa Barat.

Dion menjabarkan, pabrik di Subang Jawa Barat memiliki kapasitas 50 ton per jam dan pabrik di Pasar Induk Cipinang memiliki kapasitas 5 ton per jam.Kemudian, perseroan menargetkan penambahan kapasitas dari pabrik baru di Sumatera Selatan yang memiliki kapasitas 2 x 20 ton per jam. 

Pada tahap pertama, pabrik dengan kapasitas 20 ton per jam diharapkan selesai tahun 2021 dan sisanya diprediksi akan selesai tahun 2022.

Kinerja Keuangan HOKI semasa bulan Ramadan berlangsung
Komponen201720182019CAGR
Kuartal IIKuartal IIKuartal II
PenjualanRp700.626.964.279Rp764.464.960.612Rp859.493.296.1667,05%
Laba NetoRp45.229.701.031Rp50.481.363.490Rp56.453.790.7127,67%

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Beras Kinerja Emiten Buyung Poetra Sembada Lockdown
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top