Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Imunitas Tinggi, Analis Rekomendasikan Beli Saham Sido Muncul (SIDO)

Analis Kresna Sekuritas Robertus Hardy dan Isabella menuliskan dalam risetnya bahwa sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SIDO dengan revisi target saham dari posisi Rp1.460 menjadi Rp1.420.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 23 April 2020  |  13:49 WIB
Jamoe Life Style, produk terbaru dari PT Sido Muncul - Bisnis/Muhammad Khamdi
Jamoe Life Style, produk terbaru dari PT Sido Muncul - Bisnis/Muhammad Khamdi

Bisnis.com, JAKARTA – Kresna Sekuritas merekomendasikan beli terhadap saham emiten jamu dan farmasi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO).

Pada perdagangan Kamis (23/4/2020) pukul 13.43 WIB, saham SIDO menanjak 1,69 persen atau 20 poin ke level Rp1.200. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp18 triliun, dengan price to earning ratio (PER) 19,35 kali.

Analis Kresna Sekuritas Robertus Hardy dan Isabella menuliskan dalam risetnya bahwa sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SIDO dengan revisi target saham dari posisi Rp1.460 menjadi Rp1.420.

Angka tersebut berada pada nilai wajar kapitalisasi pasar Rp21,3 triliun dengan potensi kenaikan sekitar 17,4 persen. Walhasil dengan target harga terbaru tersebut, sekuritas memproyeksikan penurunan pendapatan dan laba bersih perusahaan sebesar Rp2,89 triliun dan Rp878 miliar tahun ini, dari estimasi sekuritas sebelumnya yang mencapai Rp3,4 triliun dan Rp902,3 miliar.

Disamping itu, target harga tersebut mempertimbangkan rasio P/E dan PBV masing-masing sebesar 24,3 kali dan 22,7 kali tahun 2020. Meski valuasinya tidak murah, namun menurut sekuritas harga saham Sido Muncul cukup menarik untuk perusahaan dengan rasio pembayaran dividen rata-rata 95,1 persen dalam 6 tahun fiskal terakhir.

Risiko dari rekomendasi tersebut mempertimbangkan pendapatan dan laba bersih yang lebih rendah dari yang diperkirakan serta pembayaran dividen yang lebih rendah dari yang diperkirakan yakni dengan rasio 96 persen sampai 97 persen untuk tahun fiskal 2020 dan 2021.

Selama tahap awal pandemi COVID-19, laba bersih perseroan masih berhasil tumbuh sebesar 10,85 persen secara yoy, melesat menjadi Rp231,53 miliar dari periode sebelumnya sebesar Rp208,87 miliar.

Semua segmen bisnis (obat-obatan herbal & suplemen, food and beverage, dan farmasi) mencatat margin kotor yang lebih tinggi secara tahunan.

Pertumbuhan pendapatan produsen Tolak Angin yang hanya sebesar satu digit diyakini sekuritas disebabkan oleh turunnya penjualan ekspor dan channel penjualan general trade setelah aksi lockdown di beberapa negara tujuan ekspor yakni Filipina, Malaysia dan Nigeria.

“Mempertimbangkan bahwa channel penjualan modern trade masih berjalan, dengan dukungan platform online dan kurir pengiriman, kami berpandangan bahwa sektor FMCG (fast moving consumer goods) akan mempertahankan profitabilitas yang stabil dalam krisis yang digerakkan oleh virus corona ini,” jelas keduanya dalam riset, Rabu (22/4/2020).

Selain menyatakan akan mengucurkan 90 persen rasio pembayaran dividen dari laba bersih untuk tahun buku 2019, Sido Muncul juga meluncurkan produk baru bernama ‘Sido Muncul Natural - Soft-Gel Capsule’, dengan 7 varian: Tolak Angin, Tolak Linu, Sari Kunyit, Vitamin E 100 IU, Vitamin E 300 IU, Vitamin D3 400 IU dan Virgin Coconut Oil (VCO) pada awal tahun ini.

Sementara itu, Sido Muncul berhasil mencatatkan pertumbuhan positif baik dari sisi penjualan maupun laba pada kuartal I/2020. 

Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard mengungkapkan manajemen akan melakukan revisi target baik pada penjualan dan laba bersih untuk tahun 2020 setelah menganalisis dampak dan risiko dari penyebaran Covid-19.

Leonard sebelumnya target pertumbuhan perseroan pada 2020 minimal 10 persen, baik untuk pendapatan maupun laba bersih.

“Pertumbuhan penjualan diekspektasikan cenderung flat, sementara laba bersih ditargetkan tetap tumbuh di tahun 2020 ini,” ungkapnya melalui pesan singkat, Selasa (21/4/2020).

Adapun beberapa inisiatif yang telah dipersiapkan dan diimplementasikan perseroan agar dapat melewati tantangan tahun 2020 ini adalah efisiensi biaya yang harus dilakukan agar tetap dapat menjaga profitabilitas.

“Perusahaan juga akan tetap menjaga ketersediaan produk di pasar untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk-produk kesehatan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, hal ini juga menjadi prioritas utama kami agar dapat membantu masyarakat melewati penyebaran Covid-19 ini,” imbuh Leonard.

Pada kuartal I/2020, penjualan Sido Muncul tercatat tumbuh sebesar 2,39 persen menjadi Rp730,72 miliar, sementara laba bersih tumbuh lebih tinggi sebesar 10,85 persen menjadi Rp231,53 miliar, dibanding kuartal I/2019.

Pertumbuhan penjualan terutama didorong oleh permintaan domestik akan produk-produk yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh di tengah penyebaran Covid-19. Menurut Leonard, laju pertumbuhan domestik tidak diikuti penjualan ekspor yang melemah akibat penerapan kebijakan lockdown.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham jamu sido muncul
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top