Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minyak Mentah Sentuh Level Terendah Sejak November 2001

Harga minyak mentah melanjutkan pelemahannya mendekati level terendah hampir dua dekade setelah pemotongan yang disepakati oleh produsen terbesar hanya sedikit berdampak pada penurunan permintaan akibat wabah Covid-19.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 April 2020  |  07:32 WIB
Tangki minyak Aramco terlihat di fasilitas produksi di ladang minyak Saudi Aramco di Shaybah, Arab Saudi, Selasa (22/5/2018). - Reuters
Tangki minyak Aramco terlihat di fasilitas produksi di ladang minyak Saudi Aramco di Shaybah, Arab Saudi, Selasa (22/5/2018). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah melanjutkan pelemahannya mendekati level terendah hampir dua dekade setelah pemotongan yang disepakati oleh produsen terbesar hanya sedikit berdampak pada penurunan permintaan akibat wabah Covid-19.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate untuk kontrak mei 200 anjlok 6,79 persen atau 1,07 poin ke level US$17,20 per barel pada perdagangan Senin (20/4/2020), level terendah sejak November 2001.

Sementara itu, minyak mentah jenis Brent melemah 0,61 persen atau 0,17 poin ke level US$27,91 per barel pada pukul 07.01 WIB.

China melaporkan kontraksi ekonomi pertama dalam beberapa dekade pada hari Jumat. Hal ini menjadi tanda bagaimana hal-hal buruk bisa terjadi di Eropa dan AS yang belum muncul akibat pembatasan untuk mengekang penyebaran virus corona.

Harga jangka pendek minyak WTI diperdagangkan dengan diskon besar-besaran untuk kontrak yang lebih lama karena kekhawatiran bahwa kapasitas di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, akan penuh.

"Kekhawatiran terus meningkat bahwa fasilitas penyimpanan di AS akan kehabisan kapasitas," kata ANZ Research dalam sebuah catatan.

"Stok di Cushing naik hampir 50 persen sejak awal Maret," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Namun, setidaknya ada alasan untuk sikap optimis di akhir pekan lalu. Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan negara bagian itu mungkin melewati titik tertinggi kematian akibat virus corona menyusul melambatnya jumlah kasus dan kematian harian. Meredanya tingkat kasus baru juga dilaporkan di Italia, Spanyol, dan Inggris.

Jatuhnya harga bergema di seluruh industri. Pengebor minyak AS menutup 13 persen dari armada pengeboran AS minggu lalu karena meluapnya pasokan minyak mentah di seluruh dunia yang mendorong pemotongan biaya secara drastis dan pembatalan proyek para pengebor.

Harga minyak mentah di ibukota minyak Amerika semakin mendekati nol, dengan pembeli di Texas menawarkan sesedikit $ 2 per barel untuk beberapa aliran minyak, meningkatkan kemungkinan bahwa produsen mungkin harus segera membayar pelanggan untuk mengambil minyak mentah dari tangan mereka.                       


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top