Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dibayangi Pandemi, Buyung Poetra Sembada (HOKI) Fokus Jaga Efisiensi

Beberapa langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan adalah mengkaji ulang capital expenditure atau belanja modal dan menekan biaya. nn 
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 07 April 2020  |  09:13 WIB
Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) Sukarto Bujung (tengah) berbincang dengan Direktur Sukaking Bujung (dari kiri),  Direktur Budiman Susilo, Komisaris Utama  Jonathan Jochanan dan Komisaris Elly Tjandra usai rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) Sukarto Bujung (tengah) berbincang dengan Direktur Sukaking Bujung (dari kiri), Direktur Budiman Susilo, Komisaris Utama Jonathan Jochanan dan Komisaris Elly Tjandra usai rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten barang konsumsi PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) menyatakan sedang fokus melakukan efisiensi di tengah persiapan menuju pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PPSB).

Investor Relation Buyung Poetra Sembada, Dion Surijata mengatakan pihaknya terus melakukan efisiensi sejalan dengan kondisi ekonomi di tahun ini yang penuh tantangan. Beberapa langkah konkret yang dilakukan perusahaan adalah mengkaji ulang capital expenditure atau belanja modal dan menekan biaya. 

"Kita lagi review ulang (capex) karena kemungkinan untuk pembangunan pabrik di Sumatera Selatan bisa mengalami keterlambatan. Sebagian mesin kita impor, itu yang jadi kendala karena butuh dari luar juga untuk memasangnya," jelas Dion kepada Bisnis, Senin (6/4/2020). 

Dion melanjutkan, status pemberlakukan PSBB pasti berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Namun pihaknya belum bisa mengkalkulasi dampak ril karena pandeminya sendiri baru menyergap Indonesia pada awal Maret lalu. 

"Kita belum bisa tetapkan target (penjualan) dulu karena mau melihat hingga pertengahan tahun kondisi ini apakah akan terus berlanjut. Oleh sebab itu, kami fokus melakukan efisiensi dan tetap melayani permintaan namun dengan penuh kehati-hatian," imbuhnya. 

Seperti yang diketahui, produsen beras dengan jenama Topi Koki tersebut membukukan omzet Rp1,65 triliun, naik 15,53 persen dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp1,43 triliun sepanjang tahun 2019. 

Dengan begitu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 15 persen dari posisi Rp90,2 miliar menjadi Rp103,72 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Buyung Poetra Sembada
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top