Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laju Angka Kematian Akibat Corona Melambat, Bursa Hong Kong Melonjak 2,2 Persen

Bursa saham Hong Kong ditutup melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan hari ini, Senin (6/4/2020), didorong harapan pasar atas tanda-tanda melambatnya laju angka kematian akibat virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 April 2020  |  17:17 WIB
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. -  Justin Chin / Bloomberg
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Hong Kong ditutup melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan hari ini, Senin (6/4/2020), didorong harapan pasar atas tanda-tanda melambatnya laju angka kematian akibat virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan Hang Seng berakhir di level 23.749,12 dengan kenaikan tajam 2,21 persen atau 513,01 poin dari level 23.236,11 pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan hari ini, Hang Seng bergerak di level 23.271,47 – 23.832,93.

Saham Swire Pacific Ltd. yang melonjak 7,38 persen membukukan kenaikan terbesar, disusul saham CK Hutchison Holdings Ltd. (+6,29 persen), dan Shenzhou International Group (+6,23 persen).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence melihat tanda-tanda wabah penyakit virus corona mulai mendatar di AS, dengan mengacu pada menurunnya angka kematian secara harian di New York, pusat penyebaran Covid-19 di Negeri Paman Sam.

“Kami mulai melihat secercah kemajuan. Para pakar akan memberitahu saya untuk tidak langsung mengambil kesimpulan. Saya tidak demikian, tetapi seperti presiden kalian, saya adalah orang yang optimistis dan saya berharap,” papar Pence dalam suatu konferensi pers di Gedung Putih pada Minggu (5/4/2020) waktu setempat, seperti dilansir dari Bloomberg.

Dalam suatu briefing harian, Gubernur New York Andrew Cuomo menyatakan angka kematian baru pada Minggu mencapai 594 orang, lebih sedikit dari yang dilaporkan pada Sabtu (4/4/2020) yang mencapai 630 orang.

Cuomo mencatat bahwa angka kematian di New York telah mendatar selama tiga hari setelah mengalami kenaikan dramatis dan hari Minggu menandai penurunan pertamanya.

Sementara itu, Trump mengatakan gugus tugas virus corona di Gedung Putih telah mengadakan "pertemuan yang sangat baik" pada hari Minggu.

“Kami melihat hal-hal yang kami bahkan tidak laporkan karena kami pikir terlalu dini untuk dilaporkan. Saya pikir kami melihat hal-hal yang sangat baik,” sambung Trump, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Sejumlah negara selain AS juga mencatat perlambatan laju angka kematian. Italia mencatat angka kematian paling sedikit dalam lebih dari dua pekan, Prancis melaporkan angka kematian terendah dalam lima hari, dan Spanyol mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa hong kong indeks hang seng
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top