Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semakin Gurih, Apakah Saham ICBP dan INDF Masih Layak Dikoleksi?

Sepanjang tahun berjalan, saham INDF dan ICBP sudah terkoreksi lebih dari 10 persen.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  14:52 WIB
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Thomas Tjhie (dari kiri), Direktur Axton Salim dan Direktur Franciscus Welirang, usai RUPST dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Thomas Tjhie (dari kiri), Direktur Axton Salim dan Direktur Franciscus Welirang, usai RUPST dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Laju saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan entitas anaknya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) terdorong ke teritori positif dalam beberapa hari terakhir.

Saham INDF dan ICBP berhasil mencetak rebound. Saham INDF naik 19,80 persen ke level 6.080 sedangkan saham ICBP menguat 15,96 persen ke level Rp9.600 pada pukul 14.30 WIB, perdagangan Kamis (26/3/2020). 

Lonjakan harga sahamnya juga diikuti dengan lompatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 9,67 persen ke level 4.318,27, pada momen yang sama. 

Meski begitu, sepanjang tahun berjalan, koreksi saham perseroan produsen Indomie tersebut sudah terjun bersamaan dengan pelemahan kondisi ekonomi global akibat penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Saham INDF secara year to date sudah terjun 16,32 persen, sedangkan laju saham ICBP pun tercatat menukik hingga 12,56 persen.

Analis Henan Putihrai, Liza Camelia menyebutkan laju pergerakan saham INDF pada hari ini berhasil rebound dari support previous low yang sejalan dengan trendline di level Rp5.500. 

"Boleh spekulatif beli bertahap, dengan target konservatif di MA10 [moving average] Rp6.000 (resistance psikologis)," ujar Liza kepada Bisnis, Kamis (26/3/2020). 

Lebih lanjut, support selanjutnya untuk INDF adalah level terendah pada Desember 2015 lalu yakni Rp4.840. Untuk diketahui, support adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bearish (turun).

Sedangkan untuk ICBP, Liza menyatakan laju sahamnya terdeteksi berada pada paralel channel biru dengan target penurunan yang sejalan level support November 2018 lalu yakni Rp8.400. 

"Target terdekat adalah dynamic resistance MA10 di Rp9.500. Buy on break jika ICBP mampu menembus level ini, dengan target selanjutnya adalah lower parallel channel sekaligus MA20 di sekitar Rp10.000," imbuhnya.

Liza juga mengingatkan lonjakan indeks hingga mencapai 9 persen pada hari belum tentu mengindikasikan tren pembalikan. 

"Nyata jelas masih keok di pintu pertama alias MA10, persis di high today 4.370. So, please jangan lengah, still keep your guards up," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG indofood rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top