Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Grup Salim: Analisis Kinerja Keuangan Gurih dan Saham Indofood yang Nyaris ARB

Berdasarkan data Bloomberg, INDF bahkan hampir terkena auto rejection bawah (ARB) dengan koreksi mencapai 6,96 persen atau 400 poin ke level Rp5.350. Sepanjang tahun berjalan, harga saham INDF sudah terjun 32,49 persen.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  07:08 WIB
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Thomas Tjhie (dari kiri), Direktur Axton Salim dan Direktur Franciscus Welirang, usai RUPST dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Thomas Tjhie (dari kiri), Direktur Axton Salim dan Direktur Franciscus Welirang, usai RUPST dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Rilis laporan keuangan emiten barang konsumsi PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan entitas anaknya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) belum mampu mendongkrak harga sahamnya pada perdagangan Senin (23/3/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, INDF bahkan hampir terkena auto rejection bawah (ARB) dengan koreksi mencapai 6,96 persen atau 400 poin ke level Rp5.350. Sepanjang tahun berjalan, harga saham INDF sudah terjun 32,49 persen.

Setali tiga uang dengan induk usahanya, produsen Indomie ICBP juga hampir terkena ARB dengan persentase penurunan mencapai 6,96 persen atau 625 poin ke level Rp8.350. Secara year to date, harga saham ICBP sudah terbenam hingga 25,94 persen.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top