Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Menghijau, Saham Apa Yang Menarik Hari Ini?

IHSG berpotensi menuju level resistance terdekat yakni 4330. Adapun level resistance kedua berada di titik 4408.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  07:53 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan elektornik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pada perdagangan Selasa (17/3), IHSG tertekan di zona merah dan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016. Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di dekat papan elektornik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pada perdagangan Selasa (17/3), IHSG tertekan di zona merah dan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat ke level resistance 4330. Saham apakah yang menarik?

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad  Nafan Aji mengatakan terdapat potensi IHSG bakal menuju level resistance terdekat yakni 4330. Adapun level resistance kedua berada di titik 4408.

"Berdasarkan indikator, MACD masih negatif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI sudah oversold atau jenuh jual," katanya pada Senin (23/3). 

Namun di sisi lain, masih terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

Maka itu, Nafan merekomendasikan beberapa saham yang menarim dari sektor pertambangan, perbankan dan properti. Misalnya seperti PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dengan akumulasi beli pada level Rp750 per saham.

Menurutnya ADRO menunjukkan pola bullish engulfing line candlestick yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. 

Dari sektor perbankan, Nafan merekomendasikan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dengan akumulasi beli pada area Rp2.730. Pasalnya, indikator RSI telah menunjukkan jenuh jual sehingga terdapat potensi pembentukan pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar.

Untuk sektor properti, Nafan menjagokan PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) dengan akumulasi beli pada level Rp650. Menurutnya indikator RSI menunjukkan jenuh jual sehingga ada peluang tren kenaikan.

Sementara itu, Direktur Anugrah MegaAyo Dong Dorong IHSG diperkirakan bakal menguat terbatas dengan menguji level resistance 4.300.

“IHSG berpeluang kembali tertekan turun dengan support di level 3918 sampai 3686 dan resistance di level 4238 sampai 4900. Awal pekan peluang tekanan tetapi di akhir pekan kami perkirakan IHSG dapat kembali naik terbatas,” ungkapnya.

Saat ini, hal terbaik yang bisa dilakukan oleh pelaku pasar harus tenang dan tetap rasional. Hans merekomendasikan akumulasi beli bagi investor yang punya jangka waktu investasi lebih dari 1 tahun. 

Selain itu, Hans mengatakan bila stimulus yang diberikan oleh Bank Sentral dengan pemotongan suku bunga tidak terlalu berpengaruh pada pasar saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham adaro
Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top