Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banjir Permintaan Masker, Sritex (SRIL) Tutup Sementara Hotline Pemesanan  

Sritex (SRIL) mulai memproduksi masker non medis dengan harga Rp 5.500 per buah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  15:25 WIB
Pabrik tekstil Sritex - Antara/R. Rekotomo
Pabrik tekstil Sritex - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, JAKARTA- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex menutup sementara layanan hotline pemesanan masker. Penutupan ini berlaku sejak Sabtu (21/03/2020) mulai pukul 17.00 WIB hingga Senin (23/03/2020).

Corporate Communication Sritex, Joy Citra Dewi, penutupan ini dilakukan untuk mendata pesanan yang sudah masuk. Meski begitu, Joy belum bisa memastikan berapa jumlah pesanan masker yang sudah masuk ke perseroan.

 "Jeda sementara satu hari ini kami gunakan untuk finalisasi rekapitulasi pesanan yang telah masuk," ujar Joy seperti dilansir Tempo, Minggu (22/03/2020).

Penutupan layanan hotline pemesanan, menurut Joy tidak mengganggu produksi masker yang sudah berjalan. Rencananya, paling cepat pesanan akan dikirim tujuh hingga sepuluh hari sejak pelunasan. Dijadwalkan pesanan masker paling cepat sampai di tangan pemesan pada 27 Maret 2020.

 "Kami baru buka pemesanan 20 Maret, tujuh sampai 10 hari dari sana adalah waktu estimasi tiba-nya, kami upayakan lebih cepat, namun tidak semua melakukan pelunasan di awal pemesanan," kata Joy.

Sritex secara resmi mempublikasikan penjualan masker non medis dengan sistem pre order. Perusahaan mengatakan pihaknya kewalahan memenuhi permintaan masker yang dibanderol dengan harga Rp 5.500 per buah itu. Lonjakan permintaan masker non medis itu muncul meskipun ada syarat minimum pemesanan 1.000 buah sebelumnya. Adapun perusahaan yang dengan kode emiten SRIL itu menyiapkan lima nomor telepon untuk melayani pertanyaan dan pemesanan. 

Lebih jauh, Joy menyebutkan permintaan masker tidak hanya datang dari pihak swasta. Dia mengungkapkan ada sejumlah instansi pemerintah yang sudah memesan masker tersebut, termasuk di antaranya adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

"Kami lebih baik tidak disclose dulu, salah satunya yang sudah disclose mungkin BNPB, dari pihak mereka pernah mengumumkan juga," kata Joy.

Seperti diketahui Sritex baru saja meluncurkan masker non-medis yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Masker tersebut itu terdiri dari dua lapisan kain anti bakteri dan anti air. Perusahaan yang berbasis di Sukoharjo, Jawa Tengah itu mengkhususkan pembuatan masker untuk kalangan nonmedis agar di tengah situasi ini masyarakat tidak berebut stok masker dengan pekerja medis.

Masker ini dapat dicuci dan dipakai ulang dengan cara pencucian seperti yang sudah dianjurkan. Adapun cara pencucian masker yang dimaksud adalah dengan air bersuhu maksimal 40 derajat celcius, tanpa menggunakan pemutih, dan disetrika dengan tingkat menengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Kinerja Emiten sritex

Sumber : Tempo

Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top