Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Smartfren (FREN) Siap Akomodasi Lonjakan Penggunaan Data

Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan pihaknya mencatat adanya kenaikan trafik data sekitar 10-15 persen dari bulan Februari ke Maret
Rahmad Fauzan dan Dhiany Nadya Utami
Rahmad Fauzan dan Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  16:28 WIB
Menara base transceiver station (BTS) PT Smartfren Telecom Tbk. di Kepulauan Anambas. - dok. Smartfren
Menara base transceiver station (BTS) PT Smartfren Telecom Tbk. di Kepulauan Anambas. - dok. Smartfren

Bisnis.com, JAKARTA - PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) mengaku siap untuk mengokomodasi lonjakan trafik data yang mungkin terjadi sebagai buntut imbauan untuk bekerja dari rumah (work from home).

Seiring merebaknya wabah virus corona atau Covid-19, berbagai institusi baik perkantoran maupun kampus dan sekolah mulai memberlakukan kebijakan aktivitas tanpa perjumpaan fisik.

Sebagai gantinya, aktivitas dilakukan via daring seperti menggunakan platform grup teks daring ataupun konferensi panggilan video. Hal ini pun disebut bakal meningkatkan konsumsi data seluler.

Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan pihaknya mencatat adanya kenaikan trafik data sekitar 10-15 persen dari bulan Februari ke Maret, tapi masih dalam batas normal. Dia juga memperkirakan akan terjadi kenaikan lebih lanjut.

Mirza mengatakan saat ini kondiri jaringan mereka dalam kondisi normal dan sangat siap jika terjadi peningkatan trafik data. Dia mengaku tidak ada persiapan khusus untuk mengantisipasi lonjakan yang mungkin terjadi.

“Saat ini kapasitas Smartfren cukup memadai jika ada lonjakan penggunaan data," jelas Merza dalam keterangan teks yang diterima Bisnis.com, Senin (16/3/2020).

Sebelumnya, Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O. Baasir mengatakan perusahaan operator seluler di Tanah Air akan menangani potensi pelonjakan data sesuai dengan lisensi service level agreement (SLA) yang dimiliki perusahaan.

"Pastinya operator punya SLA yang mengikat dalam lisensinya. Artinya, kalau ada lonjakan trafik data, kapasitas pasti ditambah," ujarnya.

Di sisi lain, perihal SLA juga akan menjadi fokus utama pihak ATSI selama beberapa waktu ke depan. Marwan mengatakan Asosiasi tengah memikirkan masalah penguatan di segi operasional operator seluler.

Hal tersebut dilakukan bertujuan memastikan pelayanan tetap dapat terpenuhi sesuao dengan ekspektasi yang dijanjikan kepada pelanggan di Tanah Air.

ATSI pun meyakini perusahaan operator seluler mampu menangani isu potensi pelonjakan trafik akibat virus corona. Terutama, melalui pembelajaran terhadap momen-momen Lebaran dan hari besar lainnya yang tercatat selalu mendongkrak jumlah trafik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartfren telekomunikasi seluler
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top