Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Emas Naik,  Kinerja Hartadinata Abadi (HRTA) Bakal Moncer

Meski harga emas mengalami tren kenaikan, antusiasme masyarakat terhadap produk logam mulia dan perhiasan emas tidak surut.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 09 Maret 2020  |  05:33 WIB
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto memberikan penjelasan pada paparan publik, di Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto memberikan penjelasan pada paparan publik, di Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas yang terus berkilau hingga awal Maret 2020 berpotensi membuat kinerja produsen dan penyedia perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk. makin mengkilap.

Chief Financial Officer Hartadinata Abadi Deny Ong optimistis kinerja keuangan perseroan pada kuartal pertama tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu seiring dengan kenaikan harga emas yang cukup tinggi.

Dia menambahkan, penurunan permintaan sebagai imbas dari kenaikan harga emas tidak berdampak signifikan. Hal ini tercermin dari antusiasme konsumen terhadap peluncuran koleksi perhiasan terbaru perseroan. Untuk diketahui, perseroan baru merilis koleksi perhiasan baru bertajuk Journey of Love dan logam mulia Hartadinata dengan ukuran yang lebih kecil.

“Ada perlambatan permintaan mungkin sekitar 5 persen, tetapi karena kenaikan harganya hingga 10 persen itu juga dapat menutupi penurunan permintaan sehingga  kinerja keuangan masih akan cukup baik,” ujar Deny kepada Bisnis di Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Adapun, pada perdagangan Sabtu (7/3/2020), harga emas batangan Antam naik Rp5.000 per gram dari perdagangan sebelumnya menjadi Rp842.000 per gram, level tertinggi emas sepanjang sejarah. Dalam tahun berjalan, batangan Antam untuk pecahan 1 gram itu telah bergerak menguat hingga 9,5 persen.

Kendati demikian, emiten berkode saham HRTA itu menargetkan volume penjualan yang tidak jauh berbeda dengan target penjualan 2019, yaitu sedikit di atas 9 ton emas perhiasan. Adapun, sepanjang tahun lalu, perseroan berhasil membukukan penjualan perhiasan sesuai target sebesar 9 ton dengan nilai Rp3,2 triliun.

Sementara itu, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp20 miliar hingga Rp25 miliar pada tahun ini untuk produksi dan menyiapkan investasi sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar untuk cadangan persediaan emas di gerai baru.

HRTA menargetkan akan membuka 100 gerai perhiasan baru pada 2021. Adapun, hingga saat ini perseroan telah membangun sebanyak 55 gerai perhiasan yang tersebar di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Kinerja Emiten Hartadinata Abadi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top