Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Saham Bank Masih Merah, Ini Komentar Analis

Tertahannya saham bank di zona merah, salah satunya disebabkan oleh aksi profit taking di masa bagi-bagi dividen.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  11:38 WIB
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020). - ANTARA / Aprillio Akbar
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020). - ANTARA / Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Harga saham emiten perbankan masih bertahan di zona merah pada perdagangan Jumat (28/2/2020).

Penurunan ini sejalan dengan IHSG yang turun 4,22% menjadi ke level 5.302,77 pada perdagangan Jumat (28/2/2020) pukul 11.05 WIB. Penurunan paling dalam terjadi pada emiten perbankan, yaitu Bank Mandiri (BMRI) yang turun 7,48% menuju level ke 6.800.

Bank lainnya yang mengalami penurunan yang cukup besar, di antaranya Maybank (BNII) turun 7,14% menuju level 169, Bank Permata (BNLI) turun 5,11% ke level 1.115, Bank BNI (BBNI) turun 4,24 menuju level 6.775, dan Bank BCA (BBCA) turun 3,58% menuju level 30.350.

Vice President Research Artha Sekuritas Indonesia Frederik Rasali beranggapan anjloknya harga saham BMRI dikarenakan investor taking profit setelah mendapat dividen yang dibagikan pada hari ini.

Penurunan harga saham BMRI, kata Frederik, karena masa ex-date setelah cum date atau pencatatan pemegang saham yang masuk hitungan pembagian dividen. pada 27 Februari 2020.

"Di samping itu, penurunan harga saham terjadi karena ditambah tekanan jual juga," katanya kepada Bisnis, Jumat (28/2/2020).

Sementara bank lainnya, Frederik menilai sentimen global karena perlambatan ekonomi global maupun domestik sangat berpengaruh ke penurunan harga saham emiten bank.

Namun demikian, dalam jangka panjang, saham perbankan terutama yang berkapitalisasi besar menurutnya masih bisa menjadi pilihan karena pertumbuhan dari industri tentunya seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Saat mengalami penurunan saat ini, justru saham kapitalisasi besar dan yang rajin membagikan dividen cocok untuk menjadi sasaran investasi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bank indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top