Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BUMN Ditawari Lagi Ikut Tender Kereta Api untuk Bangladesh

Erick mengatakan Indonesia dan Banglesh sudah bekerjasama dalam bidang perkeretaapian sejak 2005.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  12:02 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) didampingi Wakil Menteri I Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Wakil Menteri II Kartika Wirjoatmodjo (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). -  ANTARA / Rivan Awal Lingga
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) didampingi Wakil Menteri I Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Wakil Menteri II Kartika Wirjoatmodjo (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). - ANTARA / Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kedatangan tamu Menteri Kereta Api Bangladesh, Nurul Islam Sujon pada Jumat (28/2/2020) pagi ini. Bangladesh menawarkan kepada BUMN untuk mengikuti tender pengadaan kereta api.  

“Hari ini kita kedatangan tamu kehormatan, Menteri Kereta Api dari Bangladesh yang alhamdulillah kerja sama antara Indonesia dan Bangladesh ini kerja sama yang sangat baik,” ujar Erick di Gedung BUMN, Jakarta Pusat pada Jumat (28/2/2020).

Erick mengatakan Indonesia dan Banglesh sudah bekerjasama dalam bidang perkeretaapian sejak 2005. Dalam kurun waktu tersebut, nilai kerja sama keduanya mencapai US$181,6 juta.

“Dan ini sekarang juga kita diberi kesempatan lagi untuk coba ikut tender 1.050 gerbong yang nilainya itu ya ratusan juta (US$) jugalah,” sambung Erick.

Langkah ini dinilai Erick sebagai bukti pengembangan industri perkeretaapian Indonesia yang tidak hanya berfokus di dalam negeri saja tapi juga memenuhi kebutuhan di luar negeri.

Erick menyebutkan pihaknya sedang menimbang kerjasama pembangunan power plant bersama unit Pertamina dan PLN di Bangladesh sebagai bentuk kerjasama lanjutan.

“Tapi di situ juga kita diskusikan, kita tidak mau hanya kerja b2b (business to business) tapi kita juga akan coba bantu dalam training. Dalam arti individu-individu yang ada di Bangladesh kita bisa bantu supaya kita juga bisa bantu negara partnership kita,” pungkasnya. 

Sebelumnya, dalam catatan Bisnis, PT Industri Kereta Api (Inka) pada 2020 masih mengerjakan tiga proyek besar dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), Filipina, dan Bangladesh.

Perseroan menargetkan akhir semester pertama 2020, seluruh pesanan kereta api tersebut bisa selesai.

Senior Manager Humas, Sekretariat, dan Protokoler PT Inka Inggit Dwi Prasetio, pada Januari lalu mengatakan pesanan dari Bangladesh sebanyak 200 kereta penumpang.

Sampai akhir 2019, Inka telah menyelesaikan dan mengirim 114 kereta ke Bangladesh. Untuk pesanan dari Filipina yaitu ada enam trainset Diesel Multi Unit (DMU), tiga lokomotif, dan 15 kereta penumpang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top