Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Tengah BI Melemah 52 Poin, Rupiah Paling Loyo di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (27/2/2020) di level Rp14.018 per dolar AS, melemah 52 poin atau 0,37 persen dari posisi Rp13.966 pada Rabu (26/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  11:57 WIB
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (27/2/2020) di level Rp14.018 per dolar AS, melemah 52 poin atau 0,37 persen dari posisi Rp13.966 pada Rabu (26/2/2020).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.088 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.947 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp141.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak ke level Rp13.970 per dolar AS dengan pelemahan 30 poin atau 0,22 persen pada pukul 11.00 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (26/2/2020), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp13.940 per dolar AS dengan pelemahan 53 poin atau 0,38 persen, pelemahan hari ketujuh beruntun sejak perdagangan 18 Februari.

Sebelum melanjutkan pelemahannya, nilai tukar rupiah di pasar spot sempat rebound ke zona hijau dengan dibuka terapresiasi tipis 6 poin atau 0,04 persen di level Rp13.934 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak fluktuatif di level Rp13.934 – Rp13.965.

Dilansir dari Bloomberg, rupiah melemah untuk hari ke-8 terhadap dolar AS, rangkaian penurunan beruntun terpanjang sejak September 2017, karena investor asing menarik aliran uang mereka dari obligasi dan saham di Indonesia di tengah wabah virus corona (Covid-19).

“Tekanan pada mata uang bertahan karena sentimen penghindaran aset berisiko secara global,” ujar Irene Cheung, ahli strategi valas di ANZ, Singapura.

Meski demikian, mata uang lainnya di Asia mayoritas mampu menguat, dipimpin dolar Taiwan dan peso Filipina yang masing-masing terapresiasi 0,28 persen dan 0,25 persen terhadap dolar AS pada pukul 11.03 WIB.

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uangKursPergerakan (persen)
Dolar Taiwan                   30,293+0,28
Peso Filipina50,963+0,25
Yen Jepang110,26+0,15
Baht Thailand31,790+0,13
Ringgit Malaysia4,2210+0,11
Yuan Onshore China7,0183+0,06
Dolar Singapura1,3970+0,05
Rupee India71,6337+0,04
Won Korea Selatan1.216,55+0,03
Rupiah13.970-0,21
Yuan Offshore China7,0278-0,09
Dolar Hong Kong7,7958-0,03

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terkoreksi 0,02 persen ke level 98,974 pada pukul 10.54 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Mayoritas mata uang emerging market di Asia menguat ketika jumlah kasus terinfeksi virus corona (Covid-19) di China terus melambat dan dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama.

“Tingkat ketidakpastian masih tinggi tetapi optimisme di pasar Asia benar-benar didorong oleh penurunan kasus infeksi secara harian di China,” ujar Eugenia Fabon Victorino, head of Asia strategy di Skandinaviska Enskilda Banken, Singapura.

“Tingkat kasus infeksi yang lebih rendah di China juga berarti nilai tukar yuan bisa stabil dan mata uang Asia dapat mengambil isyarat dari hal itu,” tambahnya.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalPosisi
27 FebruariRp14.018
26 FebruariRp13.966
25 FebruariRp13.893
24 FebruariRp13.863
21 FebruariRp13.777

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah kurs tengah bi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top