Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sempat Rebound, Kurs Rupiah Kehilangan Tenaga Lagi

Setelah dibuka menguat, nilai tukar rupiah tergelincir dan melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (27/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  09:19 WIB
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah dibuka menguat, nilai tukar rupiah tergelincir dan melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (27/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah bergerak menyentuh level Rp13.950 per dolar AS dengan depresiasi tipis 10 poin atau 0,07 persen pada pukul 08.37 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (26/2/2020), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp13.940 per dolar AS dengan pelemahan 53 poin atau 0,38 persen, pelemahan hari ketujuh beruntun sejak perdagangan 18 Februari.

Sebelum melanjutkan pelemahannya, nilai tukar rupiah di pasar spot sempat rebound ke zona hijau dengan dibuka terapresiasi tipis 6 poin atau 0,04 persen di level Rp13.934 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak fluktuatif di level 13.934 – 13.950.

Menurut Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim, pelemahan rupiah disebabkan oleh data eksternal yang begitu kuat sehingga optimisme pasar domestik akibat stimulus yang digelontorkan pemerintah Indonesia tidak bisa mengangkat sentimen positif rupiah.

“Imbal hasil obligasi untuk tenor 10-tahun AS turun ke rekor terendah 1,307 persen di tengah meningkatnya kekhawatiran dampak potensial pada pertumbuhan global dari [virus corona] Covid-19 akan lebih buruk dari yang diharapkan,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya.

Dikutip dari www.worldometers.info, angka kematian akibat wabah virus corona bertambah menjadi total 2.771 korban jiwa hingga Kamis (27/2/2020) pagi.

Di Korea Selatan, negara dengan jumlah infeksi terbesar di luar China, jumlah kasus yang dikonfirmasi melonjak menjadi 1.261 kasus, dengan total korban jiwa mencapai 12 orang.

Infeksi baru didiagnosis di negara-negara lain, mulai dari Pakistan hingga Brasil, yang melaporkan kasus pertama di Amerika Latin. Sementara itu, sekitar 700 orang masih dikarantina di sebuah hotel di Tenerife, salah satu Kepulauan Canary, seperti dikutip Bloomberg.

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump dan pejabat kesehatan federal berencana memberi pengarahan kepada publik pada Rabu (26/2/2020) waktu setempat. Seorang pejabat tinggi kesehatan Amerika mengatakan bahwa peningkatan wabah di luar China akan membuat lebih sulit untuk menahan virus di luar AS.

Berbanding terbalik dengan rupiah, mata uang lainnya di Asia mayoritas mampu terapresiasi Kamis pagi ini, dipimpin peso Filipina dan dolar Taiwan yang menguat 0,21 persen dan 0,17 persen masing-masing terhadap dolar AS pukul 08.48 WIB.

Adapun indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, tampak naik tipis 0,03 persen atau 0,028 poin ke level 99,024, setelah berakhir di level 98,996 dengan kenaikan 0,028 poin pada Rabu (26/2/2020).

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah pada Rabu (26/2) menegaskan BI akan tetap konsisten berada di pasar untuk menjaga agar pelemahan rupiah tidak terlalu tajam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Virus Corona
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top