Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bursa AS Jeblok, IHSG Melemah ke Kisaran Level 5.700

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan pagi ini, Selasa (25/2/2020).
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS./ Michael Nagle - Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS./ Michael Nagle - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan pagi ini, Selasa (25/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG dibuka turun 0,38 persen atau 22,31 poin di level 5.784,74. Pada pukul 09.06 WIB, indeks kemudian bergerak ke level 5.774,77 dengan pelemahan 32,28 poin atau 0,56 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (24/2/2020), IHSG mengakhiri pergerakannya di level 5.807,05 dengan penurunan tajam 1,28 persen atau 75,2 poin.

Sebanyak 7 dari 9 sektor terpantau bergerak negatif pada Selasa (25/2) pagi, dipimpin industri dasar (-2,54 persen) dan barang konsumen (-0,76 persen). Adapun sektor aneka industri dan finansial masing-masing mampu naik 0,40 persen dan 0,01 persen.

Sementara itu, sebanyak 4 saham menguat, 35 saham melemah, dan 643 saham stagnan dari 682 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing melemah 1,64 persen dan 1,10 persen menjadi penekan utama atas pergerakan IHSG pada pukul 09.07 WIB.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG masih akan tertekan pada perdagangan hari ini seiring dengan melemahnya bursa saham Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran atas wabah virus corona (Covid-19).

Bursa AS terjerembab pada akhir perdagangan Senin (24/2/2020), dengan Dow Jones (-3,55 persen), S&P (-3,35 persen), dan Nasdaq (-3,71 persen).

Penurunan tajam ini disebabkan oleh kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus corona di luar China yang meningkat pesat di beberapa negara seperti Korea Selatan, Italia, dan Iran. 

Jumlah kasus terinfeksi virus corona di Korea Selatan dilaporkan telah mencapai 833 orang, Italia 230 orang, dan Iran 61 orang. Saham Apple pun anjlok hingga 4,8 persen merespons penurunan drastis penjualan iPhone di China.

Bursa Asia kemarin juga ditutup melemah dengan Nikkei (-0,4 persen), Shanghai (-0,3 persen), Hang Seng (-1,8 persen), dan Kospi (-3,9 persen). Adapun bursa Malaysia ditutup 2,5 persen merespon pernyataan pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Sementara itu dari dalam negeri, akan diumumkan paket insentif sebagai antisipasi perlambatan ekonomi akibat virus corona oleh Presiden Joko Widodo hari ini.

Menteri keuangan Sri Mulyani mengatakan beberapa insentif di antaranya adalah sektor pariwisata, sektor perumahan yang memberikan efek multiplier, dan sektor konsumsi melalui peningkatan bansos.

“Dengan pelemahan bursa AS semalam dan kekhawatiran penyebaran virus Corona, kami proyeksi IHSG masih akan tertekan hari ini,” tulis Samuel Sekuritas melalui publikasi riset hariannya.

Seiring dengan pergerakan IHSG, indeks Bisnis-27 terkoreksi 0,09 persen atau 0,46 poin ke level 523,7 pukul 09.07 WIB, setelah berakhir turun tajam 1,61 persen atau 8,6 poin di posisi 524,17 pada Senin (24/2).

Di negara lainnya di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing anjlok 2,57 persen dan 2,82 persen, sedangkan indeks Taiex Taiwan turun 0,42 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun tajam 1,35 persen dan 1,12 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong bergerak flat pada pukul 09.07 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper