Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kekhawatiran Wabah Virus Corona Menyebar, Bursa Saham AS Anjlok

Penurunan ekuitas di AS ini seiring dengan upaya berbagai negara untuk mencegah virus corona (Covid-19) menyebar lebih luas di luar China. Dampaknya, aset safe haven seperti Treasury AS dan emas melonjak.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  21:59 WIB
Seorang trader bekerja di lantai New York Stock Exchange tak lama setelah bel pembukaan di New York, AS, 24 Januari 2020. - REUTERS / Lucas Jackson
Seorang trader bekerja di lantai New York Stock Exchange tak lama setelah bel pembukaan di New York, AS, 24 Januari 2020. - REUTERS / Lucas Jackson

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat anjlok dengan penurunan terbesar sejak Agustus 2019 pada pembukaan perdagangan Senin (24/2/2020) pagi waktu AS.

Penurunan ekuitas di AS ini mengikuti saham-saham Eropa yang rontok terpapar kekhawatiran investor akan penyebaran virus corona yang lebih parah di luar China. Dampaknya, aset safe haven seperti Treasury AS dan emas melonjak.

Tiga indeks acuan utama AS dibuka dengan penurunan lebih dari 3 persen lebih rendah, dengan Indeks S&P 500 mencatat penurunan terbesar sejak Agustus. Dow Jones Industrial Average pun tercatat turun dan menghapus kenaikannya selama tahun ini.

Indeks Stoxx Europe 600 turun sebanyak 4,2 persen, menuju penurunan terbesar sejak 2016, karena investor meninggalkan saham. Tingkat risiko kredit pada perusahaan-perusahaan berpenghasilan tinggi di kawasan itu pun melonjak.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Sementara itu, harga emas di pasar spot mendekati US$1.700 per troy ounce, sementara minyak mentah Brent jatuh hampir 4 persen.

“Pasar membenci ketidakpastian dan virus corona mewakili pasar risiko makro yang paling tidak pasti yang pernah dihadapi selama bertahun-tahun,” kata Alec Young dari FTSE Russell, dikutip dari Bloomberg.

Menurutnya, investor juga sangat menyadari bahwa banyak yang salah menilai keparahan dampak ekonomi dari virus sejak awal dan mereka bersiap untuk risiko terburuk sekarang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Taufikul Basari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top