Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Urban Jakarta (URBN) Bakal Gandeng Wika Realty Untuk Kali Kedua

Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta Propertindo Tri Rachman Batara menyampaikan perseroan bakal melakukan joint venture dengan PT Wika Realty setelah proses akuisisi selesai.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  20:59 WIB
PT Urban Jakarta Propertindo - Bisnis
PT Urban Jakarta Propertindo - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. bakal melakukan joint venture dengan anak usaha BUMN setelah akuisisi PT Jakarta River City (JRC) selesai.

Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta Propertindo Tri Rachman Batara menyampaikan perseroan bakal melakukan joint venture dengan PT Wika Realty setelah proses akuisisi selesai. JRC merupakan perusahaan yang dibangun oleh Wika Realty dan PT Ciptaruang Persada Properti (CPP).

“Kami melihat peluang usaha yang bagus di proyek yang sedang dikembangkan oleh JRC, karena lokasi yang terintegrasi dengan stasiun LRT dan salah satu pusat bisnis di Jakarta juga karena merupakan joint venture dengan anak perusahaan BUMN besar dan kuat seperti Wika Realty,” katanya kepada Bisnis pada Senin (24/2).

Kerja sama antara keduanya bukan kali pertama. Pasalnya, pada semester I/2019 Wika Realty menebus apartemen Urban Sky sebesar Rp203,14 miliar. Nilai [penjualan itu setara dengan 90,6 persen dari total target penjualan tahun lalu.

Sementara itu, perusahaan yang bakal diakuisisi oleh emiten berkode saham URBN itu berdiri pada 2018. Berdasarkan catatan Bisnis, JRC bakal membangun proyek mixed use yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Cawang Jakarta Timur.

Dengan akuisisi ini, URBN bakal berbagi kepemilikan atas lahan seluas 6 hektar. Proyek yang berada persis di sebelah aliran sungai Ciliwung itu nantinya menghimpun satu gedung perkantoran strata title, delapan tower apartemen strata title serta area komersial.

JRC menargerkan gedung perkantoran akan dikembangkan di atas lahan seluas 5000 m2 dengan tinggi 7 lantai, dengan 2 lantai pertama merupakan area komersial. Perkantoran ditawarkan mulai dari 36 juta per m2.

Sementara itu, untuk apartemen secara keseluruhan akan merangkum sebanyak 13.000 unit dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp28  juta per m2. Adapun, area komersial dikembangkan di atas lahan seluas 7000 m2.

Setidaknya, URBN bakal merogoh kocek sedalam Rp633 miliar untuk mengakuisisi 51 persen saham yang dimiliki oleh PT Ciptaruang Persada Properti (CPP). Adapun pada tahun ini perseroan mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp800 miliar.

Presiden Direktur Urban Jakarta Propertindo Paulus Nurwadono mengatakan dana itu akan digunakan untuk membangun proyek eksisting dan mengakuisisi lahan.

“Capital expenditure kami tahun 2020 sekitar Rp800 miliar. Rencananya Rp500 miliar akan digunakan untuk akuisisi lahan dan Rp300 miliar untuk pengembangan proyek eksisting,” katanya setelah paparan publik di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Sebagai informasi, emiten berkode saham itu memiliki 4 proyek yang masih dalam tahap pembangunan. Diantaranya adalah Urban Signature yang memiliki lahan seluas 62.239 meter persegi yang masih pembangunan tower pertama dari target 5 tower.

Kemudian ada Urban Suites dengan luas 7.268 meter persegi yang baru akan mulai dikerjakan pada April 2020. “Proyek ini akan kami mulai paling lambat April tahun depan, harusnya groundbreaking dimulai Desember tapi karena ada kendala jadi kami mundurkan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wika realty aksi emiten
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top