Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Obligasi Berpotensi Menguat, Investor Disarankan Membeli

Kendati ada potensi penguatan, pasar obligasi juga rawan penurunan karena sentimen negatif belum usai.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  09:19 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam


Bisnis.com, JAKARTA - Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi pasar obligasi pada perdagangan Jumat (14/2/2020) bakal mengalami penguatan.

Laporan riset Pilarmas melansir, investor siarankan untuk membeli dalam volume kecil dengan memperhatika sentimen-sentimen yang berkembang di pasar.

Secara teknikal Analisa, pasar obligasi memang belum cukup kuat kembali untuk mengalami kenaikkan. Walhasil, harga obligasi sewaktu-waktu dapat berbalik arah mengalami penurunan.

Saat ini, imbal hasil obligasi tenor sepuluh tahun tengah berada di uji titik terendah dalam waktu dua tahun terakhir. Namun, penurunan yang terlalu cepat disebut akan berdampak negatif.

Pilarmas memprediksi, pasar obligasi pada pagi iniakan dibuka menguat secara terbatas dan sisi lain rawan penurunan. Jumlah data korban jiwa akibat wabah virus corona menjadi sentimen negatif.

"Kami merekomendasikan beli dengan volume kecil, namun investor perlu tetap hati hati mewaspadai pergerakan harga karena sewaktu waktu bisa mengalami penurunan," tulis Pilarmas dalam laporan yang dikutip Bisnis.com, Jumat (14/2/2020).

Selain itu, meskipun kepemilikan asing terhadap obligasi Indonesia mengalami penurunan, harga obligasi cenderung stabil dan tidak terlalu tertekan. Hal tersebut menandakan investor lokal mampu menjaga pasar obligasi dengan baik.

Beberapa sentimen yang akan mewarnai pergerakan pasar obligasi hari ini antara lain wabah virus corona. China melaporkan kasus virus corona telah melonjak 45 persen menjadi hampir 60.000 setelah pengecekan dilakukan dengan metode berbeda.Hal ini menimbulkan pertnayaan terkait skala yang sebenarnya dari efek virus corona.

Sementara itu, pada Kamis kemarin, Senat di Amerika Serikat mendukung undang undang untuk membatasi kemampuan Presiden Donald Trump untuk berperang melawan Iran. Mereka juga menegur Trump terkait serangan yang terjadi terhadap komandan militer Iran dan pembalasan Teheran bulan lalu yang menimbulkan kekhawatiran konflik regional lebih luas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top