Saham Diamond Citra Propertindo (DADA) Melonjak, Tren ARA Berlanjut

Sejak awal 2020, sudah ada belasan saham yang menyentuh batas atas kenaikan saham per hari alias ARA.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  09:36 WIB
Saham Diamond Citra Propertindo (DADA) Melonjak, Tren ARA Berlanjut
Direktur Utama Diamond Citra Propertindo Adam mengatakan selama masa penawaran umum perseroan mengalami kelebihan permintaan 2,5 kali pada saat pencatatan perdana saham pada Jumat (14/2/2020). - Pandu Gumilar).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk. melanjutkan tren auto reject atas atau ARA dengan peningkatan harga saham 69,61 persen pada pencatatan perdana.

Harga saham Diamond Citra Propertindo itu langsung melonjak 71 poin ke level Rp173 per saham pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (14/2/2020). Transaksi perdagangan tercatat sebanyak 13 kali dengan nilai mencapai Rp56,62 juta.

Dengan demikian, DADA menjadi emiten ke-13 yang langsung diganjar auto reject dan melanjutkan tren auto reject selama tahun berjalan pada emiten-emiten anyar.

Direktur Utama Diamond Citra Propertindo Adam mengatakan selama masa penawaran umum perseroan mengalami kelebihan permintaan 2,5 kali. Perusahaan yang bermarkas di Depok itu melepas 2,14 miliar saham dengan harga penawaran Rp102 per saham. Dengan kata lain, perseroan mengincar dana sebesar Rp218,99 miliar.

Selain penerbitan saham baru, perseroan juga menawarkan Waran Seri I sebanyak 1,61 miliar yang mewakili sebanyak 32,01 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pendaftaran.

Berdasarkan laporan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang empat saham baru perseroan berhak memperoleh 3 Waran Seri I.

Dengan begitu, setiap 1 waran seri I memberikan hak kepada pemegang untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran Seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 3 tahun. Perseroan menunjuk dua dua penjamin efek yakni PT Shinhan Sekuritas Indonesia dan PT UOB Kay Hian Sekuritas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top