Investor Sambut Pidato Powell, Indeks Stoxx Ditutup Menguat

Indeks Stoxx 600 ditutup menguat 0,9 persen atau 3,84 poin ke level 428,48 di akhir perdagangan, dengan TUI AG mencatat penguatan harga saham terbesar dengan kenaikan 12,36 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  06:32 WIB
Investor Sambut Pidato Powell, Indeks Stoxx Ditutup Menguat
Stoxx. - Alex Kraus / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Selasa (11/2/2020), dengan investor menyambut baik komentar Gubernur The Fed Jerome Powell.

Indeks Stoxx 600 ditutup menguat 0,9 persen atau 3,84 poin ke level 428,48 di akhir perdagangan, dengan TUI AG mencatat penguatan harga saham terbesar dengan kenaikan 12,36 persen.

Sebelumnya, indeks dibuka di posisi 425,82 dengan penguatan 0,28 persen atau 1,18 poin, setelah pada akhir perdagangan Senin (10/2) ditutup menguat tipis 0,07 persen.

Bursa saham di Jerman memimpin penguatan di regional, dengan indeks DAX ditutup menguat 0,99 persen. Sementar itu, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,71 persen dan CAC 40 Prancis naik 0,65 persen.

Investor menjadi lebih bullish akhir-akhir ini meskipun wabah coronavirus mulai berdampak terhadap sejumlah aktivitas ekonomi, menandakan adanya kepercayaan bahwa bank sentral dapat melonggarkan kebijakan jika pertumbuhan melambat.

Dalam sambutannya kepada Kongres pada Selasa, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral terus mengawasi kejatuhan ekonomi menyusul dampak wabak virus corona yang terus mengganggu perjalanan dan perdagangan.

Di sisi lain, Powell masih bersikap positif tentang prospek ekonomi AS.

"Dengan fundamental yang kuat, situasi ketenagakerjaan yang kuat dan inflasi di jalurnya, sikap Powell yang optimis dan berhati-hati tidak terlalu mengejutkan, terutama karena ketakutan coronavirus dan ketegangan perdagangan sudah dekat," kata Mike Loewengart, wakil presiden strategi investasi di E-Trade Financial, seperti dikutip Bloomberg.

"Apa yang masih harus dilihat adalah efek dari coronavirus pada pertumbuhan global, yang sudah mulai mereda."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top