Proses Delisting SCBD, Kresna Aji akan Lakukan Tender Sukarela

PT Kresna Aji Sembada akan membeli 2,13 juta saham yang mewakili 0,07 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh di dalam PT Danayasa Arthatama Tbk. (SCBD).
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  15:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kresna Aji Sembada akan melakukan penawaran tender sukarela terhadap emiten properti PT Danayasa Arthatama Tbk. (SCBD) senilai Rp11,85 miliar sebagai proses untuk menjadi perusahaan tertutup atau delisting.

Dalam keterangan perusahaan, Kresna Aji Sembada akan membeli 2,13 juta saham yang mewakili 0,07 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh di dalam Danayasa Arthatama.

Harga penawaran senilai Rp5.565 per saham, sehingga nilai transaksi penawaran tender sukarela tersebut mencapai Rp11,85 miliar. Harga penawaran itu dua kali lipat lebih tinggi dari harga saham SCBD sebelum digembok bursa di level Rp2.700.

“Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), perusahaan sudah menetapkan harga penawaran saham yang premium atau 189,84 persen lebih tinggi dari rata-rata transaksi saham di BEI selama 90 hari,” papar manajemen.

Rata-rata transaksi 90 hari yang dimaksud ialah perdagangan sebelum pengumuman rencana go private, yakni pada 28 Oktober 2019 dengan nilai Rp1.920.

Pernyataan efektif tender sukarela ini diharapkan dapat diperoleh OJK pada 11 Februari 2020. Adapun, masa penawaran tender sukarela direncanakan selama 30 hari, yakni pada 12 Februari—12 Maret 2020.

Menurut manajemen Kresna Aji Sembada, ada beberapa rencana perusahaan terhadap SCBD, yakni mencabut pencatatan (delisting) efek, mengadakan perubahan anggaran dasar, dan mempertahankan operasional perusahaan.

“Kami juga berkomitmen untuk mendukung perkembangan kegiatan usaha perusahaan sasaran [PT Danayasa Arthatama Tbk.] dalam mencapai pertumbuhan yang diharapkan,” imbuhnya.

Untuk tender sukarela, Kresna Aji Sembada memiliki dana yang cukup, yakni deposito sebesar Rp12 miliar di PT Bank Artha Graha International Tbk.

Struktur pemegang saham SCBD sebelum penawaran tender sukarela ialah PT Jakarta International Hotels & Development Tbk. sebesar 82,41 persen, Kresna Aji Sembada 8,86 persen, Tommy Winata 0 persen (2.000 saham), masyarakat 8,58 persen, dan saham treasuri 0,15 persen.

Setelah pelaksanaan tender offer, susunan kepemilikan Kresna Aji Sembada meningkat menjadi 8,93 persen, sedangkan masyarakat berkurang ke 8,51 persen. Adapun, kepemilikan pemegang saham lainnya masih tetap.

Berikut ini adalah jadwal tender penawaran sukarela:
Tanggal Efektif 11 Februari 2020
Tanggal Penerbitan 12 Februari 2020
Masa Penawaran 12 Februari 2020 – 12 Maret 2020
Tanggal Penutupan 12 Maret 2020
Tanggal Pembayaran 23 Maret 2020

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
danayasa arthatama

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top