Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Tengah BI Melemah 61 Poin, Rupiah Terlesu di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (10/2/2020) di level Rp13.708 per dolar AS, melemah 61 poin atau 0,44 persen dari posisi Rp13.647 pada Jumat (7/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  11:42 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang dolar AS di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam
Karyawan memperlihatkan mata uang dolar AS di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (10/2/2020) di level Rp13.708 per dolar AS, melemah 61 poin atau 0,44 persen dari posisi Rp13.647 pada Jumat (7/2/2020).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.776 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.639 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp137.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak ke level Rp13.718 per dolar AS dengan pelemahan 43 poin atau 0,31 persen pada pukul 10.57 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (7/2/2020), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp13.675 per dolar AS dengan pelemahan 40 poin atau 0,29 persen, pelemahan pertama dalam empat hari perdagangan beruntun sejak 4 Februari.

Pelemahan nilai tukar rupiah mulai berlanjut pada Senin (10/2) dengan dibuka terdepresiasi 0,11 persen atau 15 poin di level Rp13.690 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.690-Rp13.717 per dolar AS.

Pelemahan yang dialami rupiah membawanya menjadi yang terlesu di antara mata uang lain di Asia. Sementara itu, sejumlah mata uang terpantau dapat sedikit terapresiasi, dipimpin yuan offshore dan yuan onshore China yang terapresiasi 0,18 persen terhadap dolar AS masing-masing pukul 11.07 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS
Mata uangKursPergerakan (persen)
Rupiah                             13.718-0,31
Won Korea Selatan1.189,29-0,25
Ringgit Malaysia4,1455-0,14
Peso Filipina50,803-0,04
Yen Jepang109,76-0,01
Dolar Singapura1,3896-0,01
Yuan Offshore China6,9947+0,18
Yuan Onshore China6,9901+0,18
Baht Thailand31,284+0,16
Rupee India71,3438+0,08
Dolar Taiwan30,092+0,07
Dolar Hong Kong7,7663+0

Dilansir Bloomberg, kurs rupiah melemah untuk hari kedua terhadap dolar AS seiring dengan meningkatnya aksi penghindaran aset berisiko akibat jumlah korban wabah virus corona (coronavirus) yang terus bertambah.

Angka kematian akibat wabah virus corona jenis baru mencapai 910 orang hingga Senin (10/2/2020) pagi sejak wabah ini pertama kali dilaporkan pada akhir Desember 2019.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO ) pun menyuarakan keprihatinan atas penyebaran virus corona yang telah memakan hampir 1.000 korban jiwa.

“Meski jumlah yang terinfeksi dan bagaimana ekonomi bereaksi akan terus mempengaruhi sentimen pasar, fokus bakal teruju pada bagaimanan China dapat melanjutkan operasi dengan normal,” tutur Eugenia Fabon Victorino, kepala strategi Asia di Singapura.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun tipis 0,043 poin atau 0,04 persen ke level 98,641 pada pukul 10.57 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada Jumat (7/2), indeks dolar berakhir menguat 0,19 persen atau 0,188 poin di posisi 98,684, penguatan hari kelima berturut-turut.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalPosisi
10 Februari 2020Rp13.708
7 Februari 2020Rp13.647
6 Februari 2020Rp13.653
5 Februari 2020Rp13.717
4 Februari 2020Rp13.760

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah bi
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top