Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terdampak Virus Corona, Penjualan L'Oreal Diperkirakan Melambat

Sebelumnya, permintaan yang tinggi untuk kosmetik kelas atas di China telah memacu kinerja perusahaan melampaui target yang dicanangkan pada kuartal IV/2019.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  16:54 WIB
Deretan kosmetik L'Oreal - Reuters/Charles Platiau
Deretan kosmetik L'Oreal - Reuters/Charles Platiau

Bisnis.com, JAKARTA - L'Oreal SA menyatakan wabah virus corona akan (2019-nCov) menyebabkan perlambatan sementara di pasar kecantikan di China. 

Sebelumnya, permintaan yang tinggi untuk kosmetik kelas atas di China telah memacu kinerja perusahaan melampaui target yang dicanangkan pada kuartal IV/2019.

Sejauh ini perusahaan menyatakan penjualan pada periode itu naik 9,6 persen. Analis dalam survei Bloomberg memperkirakan kenaikan 7,4 persen. Di sisi lain, harga saham naik 2,8 persen pada Jumat, (7/2/2020) pagi di Paris.

Pemilik merek Lancome dan Kiehl di Prancis ini mengatakan permintaan yang kuat di China akan bangkit kembali dengan cepat begitu epidemi mereda. Hal itu sebagaimana pengalamannya selama SARS dan wabah penyakit lainnya.

Penjualan L'Oreal terpacu pada kuartal terakhir tahun lalu oleh konsumen China. Penjualan di Negeri Tirai Bambu itu menebus kinerja lambat oleh merek-merek utama seperti Maybelline. 

Chief Executive Officer AS Jean-Paul Agon sebelumnya mengatakan dia mengharapkan negara Asia untuk tetap menjadi mesin pertumbuhan di tahun mendatang.

Sementara itu, L'Oreal awal pekan ini mengatakan akan melakukan negosiasi eksklusif dengan perusahaan investasi Prancis Impala untuk penjualan merek Roger & Gallet.

Adapun perusahaan rivalnya, Estee Lauder Cos. mengatakan bahwa pihaknya juga memperkirakan serangan jangka pendek dari virus corona, yang telah menewaskan ratusan orang dan memicu pembatasan perjalanan itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona loreal
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top