Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Gas Turun, Saham PGAS Rontok

Penurunan harga saham emiten dengan sandi PGAS ini seiring dengan kebijakan pemerintah yang akan menurunkan harga gas per 1 April 2020. Saham PGAS yang dibuka pada harga Rp1.700 per saham terus mencatat penurunan hingga ditutup pada harga Rp1.520.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  17:17 WIB
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk memeriksa Regulator System di Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/9). - JIBI/Nurul Hidayat
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk memeriksa Regulator System di Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah hijaunya indeks harga saham gabungan, harga saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. mencatat penurunan tajam hingga 10,59 persen pada perdagangan hari ini, Selasa (4/2/2020).

Penurunan harga saham emiten dengan sandi PGAS ini seiring dengan kebijakan pemerintah yang akan menurunkan harga gas per 1 April 2020. Saham PGAS yang dibuka pada harga Rp1.700 per saham terus mencatat penurunan hingga ditutup pada harga Rp1.520.

Penurunan PGAS sudah terlihat sejak awal tahun. Pada 2 Januari, saham PGAS dibuka pada harga Rp2.170 dan ditutup turun ke Rp2.140 per saham. Secara year to date, PGAS mencatatkan penurunan hampir 30 persen. Harga penutupan tertinggi yang pernah dicapai PGAS adalah Rp6.350 yakni pada 22 Mei 2013.

Penurunan kali ini ditengarai sebagai dampak rencana penurunan harga gas untuk industri. Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan per 1 April harga gas disesuaikan.

“Agar tak membebani PGN, saat ini sedang dibicarakan sejumlah alternatif oleh Kementerian ESDM,” ujarnya seusai RDP Komisi VI, Senin (3/2\).

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang penetapan harga gas bumi, harga gas industri ditetapkan sebesar US$6 per Million British Thermal Unit (MMBTU).

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Adapun terdapat tujuh sektor industri yang berhak mendapatkan harga gas khusus, yaitu industri pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical, industri baja, industri keramik, industri kaca, dan industri sarung tangan karet.

Indeks Saham Rebound

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari pelemahan beberapa hari sebelumnya dan menutup pergerakannya di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (4/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG berakhir di level 5.922,34 dengan penguatan 0,65 persen atau 38,17 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (3/2/2020), IHSG ditutup di level 5.884,17 dengan pelemahan 0,94 persen atau 55,88 poin, penurunan hari perdagangan ketiga berturut-turut sejak 30 Januari.

Indeks mulai rebound dari pelemahannya dengan dibuka naik tajam 1,08 persen atau 63,34 poin di posisi 5.947,51 pada Selasa (4/2) pagi. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di level 5.911,37 – 5.952,95.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin aneka industri (+1,68 persen) dan finansial (+1,33 persen). Adapun sektor perdagangan dan pertanian masing-masing terkoreksi 0,50 persen dan 0,07 persen.

Sementara itu, dari 676 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 210 saham menguat, 184 saham melemah, dan 282 saham stagnan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pgas
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top