Laba Turun, Ini Strategi UNVR pada 2020

Berdasarkan laporan keuangan 2019, emiten bersandi saham UNVR itu membukukan penjualan bersih sebesar Rp42,92 triliun. Perolehan itu tumbuh 2,63 persen dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya sebesar Rp41,80 triliun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  06:15 WIB
Laba Turun, Ini Strategi UNVR pada 2020
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk. hari ini telah merilis laporan keuangan 2019. Hasilnya, penjualan tumbuh 2,63 persen, tetapi labanya justru tertekan 18,68 persen.

Berdasarkan laporan keuangan 2019, emiten bersandi saham UNVR itu membukukan penjualan bersih sebesar Rp42,92 triliun. Perolehan itu tumbuh 2,63 persen dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya sebesar Rp41,80 triliun.

Pasar dalam negeri menyumbang Rp40,87 triliun atau 95,22 persen dari total penjualan sedangkan pasar ekspor hanya menyumbang Rp2,04 triliun. Mayoritas penjualan ekspor  merupakan penjualan kepada pihak berelasi.

Perseroan mampu menjaga kenaikan harga pokok penjualan di level 0,96 persen menjadi Rp20,89 triliun. Sedangkan, biaya pemasaran tumbuh 4,82 persen secara tahunan menjadi Rp8,04 triliun. Adapun, biaya keuangan naik mencapai 20,41 persen menjadi Rp230 miliar.

Dari itu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp7,39 triliun. Perolehan laba pada periode 2019 turun 18,68 persen dibandingkan dengan laba di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,08 triliun. Dengan begitu laba bersih yang dapat diatribusikan mencapai Rp969 per saham.

Perseroan memiliki jumlah aset sebesar Rp20,64 triliun per 31 Desember 2019, naik 1,57 persen dari jumlah aset per 31 Desember 2018 sebesar Rp20,33 triliun. Adapun, total jumlah liabilitas sebesar Rp15,36 triliun dan ekuitas sebesar Rp5,28 triliun.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso mengatakan pada tahun tikus logam perseroan menyiapkan beberapa inovasi untuk menunjang kinerja perseroan.

“Inovasi masih akan menjadi tema sentral. baik pada ways of working maupun product innovation. [Hal itu berarti] peluncuran brand baru, format baru, varian baru, re-launch product dan lain-lain,” katanya kepada Bisnis pada Kamis (30/1).

Sancoyo menambahkan setiap tahun adalah tahun yang menantang bagi perseroan. Namun, perseroan akan selalu optimistis kinerja akan membaik.

Pada penutupan perdagangan Kamis (30/1), saham UNVR berakhir melemah 0,30 persen ke level Rp8.225. Di posisi itu, saham UNVR turun 25 poin dibandingkan harga penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unilever

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top