Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Big Caps : HM Sampoerna (HMSP) & Gudang Garam (GGRM) Diunggulkan

Saham rokok diunggulkan karena sentimen terhadap kenaikan cukai mulai mereda.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  11:52 WIB
Penjual melayani pembeli rokok di Jakarta, Rabu (19/9/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja
Penjual melayani pembeli rokok di Jakarta, Rabu (19/9/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Sucor Sekuritas menjagokan saham emiten rokok di jajaran big caps atau sepuluh saham dengan kapitalisasi pasar terbesar. Sentimen terhadap kenaikan cukai rokok yang mulai reda menjadi pertimbangan.

Analis Sucor Sekuritas, Hendriko Gani menjagokan saham emiten rokok layak menjadi unggulan di tengah fluktuasi indeks harga saham gabungan (IHSG) seperti saat ini. Dia menuturkan, Sucor Sekuritas menjagokan saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dengan target harga Rp2.300 s.d Rp2.400 dan saham PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) di rentang Rp59.000 s.d Rp60.000.

"Saya melihat entimen cukai rokok yang naik kemarin kelihatannya direspon dengan penurunan yang berlebihan oleh pasar. Kemudian ada akumulasi yang cukup signifikan ke kedua saham ini," jelas Hendriko saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (30/1/2020). 

Secara teknikal, Hendriko menyebut terdapat delapan emiten lain yang juga menjadi favorit, tidak seluruhnya masuk dalam daftar big caps. Tujuh saham masuk dalam daftar big caps sedangkan satu saham tidak termasuk big caps.

Tujuh saham unggulan Sucor Sekuritas yang masuk big caps yaitu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP). Adapun yang tidak masuk big caps tapi juga diunggulkan adalah saham PT United Tractors Tbk. (UNTR).

Secara khusus, Hendriko menilai saham UNTR sudah mendekati level support. Namun, dia menyarankan investor untuk menunggu (wait and see) karena belum ada katalis yang mampu membuat emiten alat berat itu bertahan di atas level support. 

"Untuk saham yang dipercaya sebenarnya bukan cuma saham big caps tapi lebih ke saham yang memiliki fundamental. Seperti saham-saham second liner yang fundamentalnya baik juga masih bisa menjadi pilihan investor," pungkasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG big caps
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top