Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Ditutup Menguat Tipis, Empat Sektor Positif

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan tipis 0,03 persen atau 1,86 poin ke level 6.113,04 dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  16:32 WIB
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu rebound dan ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2020)

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan tipis 0,03 persen atau 1,86 poin ke level 6.113,04 dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (28/1/2020), IHSG menutup pergerakannya di level 6.111,18 dengan koreksi 0,36 persen atau 22,02 poin, penurunan hari ketiga berturut-turut sejak 24 Januari.

Indeks mulai rebound ke zona hijau dengan dibuka naik 0,19 persen atau 11,91 poin di posisi 6.123,09 pada Rabu (29/1). Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.102,8-6.152,59.

Empat dari sembilan sektor menetap di wilayah, dipimpin sektor barang konsumsi yang menguat 0,62 persen. Adapun lima sektor lainnya melemah, dipimpin sektor industri dasar yang melemah 0,56 persen.

Sebanyak 197 saham menguat, 210 saham melemah, dan 268 saham stagnan dari 675 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing naik 2,84 persen dan 1,83 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada akhir sesi I.

Di pasar spot, nilai tukar rupiah ikut rebound dan ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp13.634 per dolar AS, setelah bergerak pada kisaran Rp13.624-Rp13.645 per dolar AS.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan aksi jual di pasar saham dalam negeri akibat sentimen penyebaran virus corona hanya akan bersifat sementara. 

Dalam publikasi risetnya, Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya mengatakan perkiraan tersebut berdasarkan preseden epidemi virus SARS pada November 2002 hingga Juli 2003, ketika koreksi pada IHSG hanya berlangsung kurang dari satu bulan.

“Selama penyebaran epidemi SARS, koreksi IHSG hanya terjadi sementara pada November 2002, kemudian IHSG bahkan membukukan kinerja positif pada akhir periode epidemi SARS pada Juli 2003,” tulis Hariyanto seperti dikutip dari publikasi risetnya, Rabu (29/1/2020).

Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total realisasi investasi, baik asing maupun dalam negeri, sebesar Rp809,6 triliun atau melampaui target awal sebesar Rp792 triliun.

Capaian itu melampaui hingga 102,2 persen dari target yang ditetapkan BKPM. Angka total realisasi investasi 2019 ini tumbuh 12,24 persen dibandingkan Rp721,3 triliun. Adapun, realisasi investasi ini terdiri dari kontribusi investasi asing (PMA) sebesar Rp423,1 triliun dan investasi dalam negeri sebesar Rp386,5 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menuturkan pencapaian investasi yang lebih baik pada 2019 disebabkan langkah strategis yang dilakukan pemerintah. 

"Kami sudah lakukan langkah strategis untuk pangkas perizinan dan insya Allah akan semakin baik," tegas Bahlil dalam konferensi pers, Rabu (29/1/2020).

Sejalan dengan IHSG, indeks saham beberapa negara lain memperlihatkan rebound dari aksi jual baru-baru ini akibat beban kekhawatiran atas dampak wabah virus corona (coronavirus).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup menguat masing-masing 0,45 persen dan 0,71 persen, sedangkan indeks Kospi berakhir menguat 0,39 persen.

Namun, laju positif bursa Asia sebagian besar dibatasi oleh pelemahan bursa saham Hong Kong, dengan indeks Hang Seng ditutup merosot 2,87 persen setelah libur selama 2,5 hari perdagangan untuk Tahun Baru Imlek.

Saham-saham penopang IHSG
KodeKenaikan (persen)
HMSP+2,84
TLKM+1,83
BMRI+0,65
TPIA+1,11

 

Saham-saham penekan IHSG
KodePenurunan (persen)
TCPI-7,91
CPIN-2,20
SMGR-3,15
BBNI-1,67

Sumber: Bloomberg


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top