Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Goyah, Kurs Rupiah Melemah Tipis

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut tipis pada perdagangan pagi ini, Selasa (28/1/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  08:41 WIB
Karyawati sebuah Money Changer melayani penukaran uang, di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Himawan L. Nugraha
Karyawati sebuah Money Changer melayani penukaran uang, di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut tipis pada perdagangan pagi ini, Selasa (28/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka di level Rp13.621 per dolar AS dengan depresiasi tipis 6 poin atau 0,04 persen.

Pergerakan rupiah kemudian menyentuh level Rp13.625 per dolar AS dengan pelemahan 10 poin atau 0,07 persen pada pukul 08.09 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (27/1/2020), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp13.615 per dolar AS dengan pelemahan 32 poin atau 0,24 persen, pelemahan pertama dalam empat hari perdagangan beruntun sejak 22 Januari.

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim, pelemahan rupiah terjadi dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus corona (coronavirus) baru yang dapat melemahkan pertumbuhan ekonomi China.

“Ada kekhawatiran bahwa sektor pariwisata dan tingkat konsumsi China bisa tertekan jika virus menyebar lebih jauh, dan itu akan mencegah investor untuk mengambil risiko yang berlebihan,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari Bloomberg.

Meski melemah, lanjut Ibrahim, sesungguhnya rupiah masih ditopang beberapa katalis positif. Lembaga pemeringkat, Fitch Rating, dalam keterangan resmi terbarunya masih mempertahankan peringkat utang Indonesia di level “BBB” dengan outlook stabil.

Faktor lain yang mendukung adalah prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah. Sentimen tersebut membuat rupiah bertahan dan tidak terdepresiasi cukup dalam.

Ibrahim memprediksi rupiah masih bergerak cenderung melemah pada perdagangan Selasa (28/1/2020) di kisaran Rp13.564 per dolar AS hingga Rp13.680 per dolar AS.

Bersama rupiah, mata uang lainnya di Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS pada Selasa (28/1) pagi, dipimpin ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,56 persen pada pukul 08.05 WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, pagi ini terpantau bergerak flat di level 97,927-97,952, setelah berakhir dengan kenaikan 0,11 persen di posisi 97,956 pada Senin (27/1).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah virus corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top