Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini yang Harus Dipantau Investor soal Penyebaran Virus Corona

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan kabar penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China disebut hanya akan menjadi sentimen bagi pelaku pasar secara jangka pendek.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  17:49 WIB
Seorang anak memakai masker di sebuah toko suvenir di Hong Kong mengantisipasi penyebaran wabah coronavirus, 26 Januari 2020. -  REUTERS / Tyrone Siu
Seorang anak memakai masker di sebuah toko suvenir di Hong Kong mengantisipasi penyebaran wabah coronavirus, 26 Januari 2020. - REUTERS / Tyrone Siu

Bisnis.com, JAKARTA — Investor tengah mengevaluasi dampak yang bakal ditimbulkan atas penyebaran virus corona. Berikut hal yang harus menjadi perhatian.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan kabar penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China disebut hanya akan menjadi sentimen bagi pelaku pasar secara jangka pendek. 

Namun, dia menyebut investor memantau perkembangan penyebaran virus tersebut. Utamanya, terkait penanganan di lokasi terdampak.

Isu serupa telah muncul sebelumnya seperti virus SARS dan flu burung. Menurutnya, hal terpenting yang menjadi perhatian adalah upaya penanganan penyebaran karena akan menentukan dampak terburuk yang muncul.

“Kita lihat dulu apakah dalam satu, dua bulan ditemukan contagious yang bisa diatasi sehingga orang bisa berbisnis lagi,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Lebih lanjut, dia menilai bila kabar penanganan secara menyeluruh di tempat awal penyebaran tak tersiar, kecemasan di kawasan sekitar China bisa tumbuh. Beberapa sektor yang akan terdampak yakni layanan perjalanan dan bisnis hiburan karena masyarakat sekitar China enggan melakukan perjalanan baik yang bersifat bisnis maupun rekreasi.

“Kalau tidak ada berita penanganan menyeluruh dari episentrumnya, region terdekat dengan China tidak pede (red: percaya diri) melakukan traveling,” katanya.

Hingga Senin (27/1), korban jiwa akibat virus corona telah meningkat mencapai 80 jiwa, sedangkan masyarakat China yang terjangkit virus naik menjadi 2.744 orang dengan lebih dari 30.000 orang dalam pengawasan.

Virus corona, yang diyakini berasal dari pasar makanan laut yang menjual satwa liar secara ilegal di pusat kota Wuhan, China, telah menyebar ke kota-kota lain di Negeri Panda, termasuk Beijing dan Shanghai. Virus itu juga sudah masuk ke negara lain termasuk Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang , Australia, Prancis, dan Kanada.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham virus corona
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top