Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Bergerak Menguat Pagi Ini, Enam Sektor Positif

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG bergerak menguat 0,21 persen atau 13,01 poin ke level 6.251,16 pada pukul 09.08 WIB, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,05 persen atau 3,42 poin ke level 6.241,57 dari penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  09:34 WIB
Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). -  ANTARA / Hafidz Mubarak A
Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (22/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG bergerak menguat 0,21 persen atau 13,01 poin ke level 6.251,16 pada pukul 09.08 WIB, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,05 persen atau 3,42 poin ke level 6.241,57 dari penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (21/1/2020), IHSG mengakhiri pergerakannya dengan pelemahan 0,11 persen atau 6,89 poin di posisi 6.238,15.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.240,8 – 6.255,14.

Enam dari sembilan sektor terpantau bergerak di zona hijau, didorong oleh sektor finansial yang menguat 0,43 persen dan properti yang naik 0,39 persen. Tiga sektor lainnya melemah, dipimpin sektor infrastruktur yang naik 0,25 persen.

Dari 675 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 14 saham di antaranya menguat, sedangkan 12 saham melemah, dan 649 saham lainnya stagnan pagi ini.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing menguat 0,37 persen dan 0,65 persen menjadi penopang utama atas penguatan IHSG pagi ini.

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi dalam hasil risetnya mengatakan pergerakan IHSG sedang membentuk pola double top dengan level neckline di kisaran 6.200. Adapun, level 6.200 mengindikasikan konfirmasi pola tersebut bila break out tercapai.

Adapun, dia menetapkan target pesimistis pada pola tersebut di level 6.150. Hal itu didukung oleh pergerakan indikator stochastic yang memberikan sinyal bearish yang bergerak turun mengiringi momentum dari indikator RSI yang melanjutkan koreksi menuju area jenuh jual.

“Kami perkirakan IHSG masih akan rawan bergerak terkonsolidasi melihat minimnya katalis dengan support resistan 6.196-6.268,” katanya.

Sementara itu, Indosurya Bersinar Sekuritas memprediksi IHSG tengah melewati rentang konsolidasi wajar sebelum dapat melanjutkan kenaikannya.

Menurut Director Indosurya William Surya Wijaya, support level masih tampak cukup kuat dan tahan uji, sehingga momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang.

"Hari ini IHSG diprediksi bergerak di level 6.202 - 6.378," demikian dikutip dari riset hariannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top