Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aktivitas Ekspor Minyak Libya di 3 Pelabuhan Terhenti

Ekspor minyak Libya dari tiga pelabuhan terhenti seiring dengan memanasnya konflik perang saudara di Libya. Produksi minyak mentah negara terancam terpangkas hingga lebih dari setengahnya.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 18 Januari 2020  |  20:17 WIB
Aktivitas Ekspor Minyak Libya di 3 Pelabuhan Terhenti
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ekspor minyak Libya dari tiga pelabuhan terhenti seiring dengan memanasnya konflik perang saudara di Libya. Produksi minyak mentah negara terancam terpangkas hingga lebih dari setengahnya.

Mengutip Bloomberg, aktivitas ekpor di Ras Lanuf, Sidra dan Brega telah dibekukan sehari sebelum anggota faksi yang bertikai di negara Afrika Utara itu menghadiri pertemuan puncak di Berlin untuk mencoba menyelesaikan konflik.

Salah satu pejabat National Oil Corp yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa semua pengiriman minyak dari pelabuhan di Libya tengah dan timur, kecuali Zueitina, akan dihentikan setelah instruksi langsung dari Tentara Nasional Libya, pasukan yang berbasis di timur Libya.

Sebagai informasi, Tentara Nasional Libya dikendalikan oleh Khalifa Haftar, yang pasukannya berusaha menggulingkan pemerintah yang didukung PBB di Tripoli dan telah mengepung ibu kota Libya.

Pejabat itu mengatakan bahwa penghentian ekspor yang lebih luas akan membuat produksi minyak mentah Libya dengan kapasitas 700 ribu barel per hari ikut terhenti.  Adapun, mengutip data terbaru Libya, pada pekan lalu tingkat produksi minyak mentah harian Libya mencapai 1,17 juta barel.

Juru bicara Tentara Nasional Libya Ahmed al-Mismari mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya menanggapi kehendak rakyat, setelah suku-suku timur melakukan protes menuntut pembekuan produksi minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak libya
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top