Diburu Investor Asing, Ini Daya Tarik Surat Utang RI

Spread yield SUN tenor 10 dengan US Treasury 10 tahun di atas 500. Itu yang menjadi daya tarik SUN di mata investor asing.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  16:23 WIB
Diburu Investor Asing, Ini Daya Tarik Surat Utang RI
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA - Surat utang denominasi rupiah disebut diburu investor asing sehingga mengakibatkan turunnya imbal hasil. Apa daya tarik SUN di mata investor asing?

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C Permana mengatakan surat utang denominasi rupiah yang diterbitkan Pemerintah sangat menarik di mata investor asing. Alasannya, hanya surat utang denominasi rupiah yang menawarkan imbal hasil tinggi dan risiko rendah.

Menurutnya, di tengah tren pelonggaran moneter, RI menawarkan imbal hasil tinggi pada instrumen surat utang bermata uang lokal. Sebagai gambaran, berdasarkan laman worldgovernmentbond, imbal hasil surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun sebesar 6,963%.

Dengan demikian, bila dibandingkan dengan bobot imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun, investor masih bisa menikmati selisih imbal hasil sebesar 516,3 basis poin.

Dia menyebut meskipun dikurangi oleh inflasi, imbal hasil bersih yang diterima investor tetap lebih menarik. Dia menilai dengan prospek ekonomi yang masih stabil dan peringkat layak investasi, Indonesia menjadi salah satu tujuan utama investor global.

"Surat utang Indonesia saat ini sangat sangat cantik. Spread yield SUN tenor 10 dengan US Treasury 10 tahun di atas 500. Bonds di mana lagi di dunia ini yang menawarkan selisih sebesar itu," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dikutip dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) per 14 Januari, kepemilikan asing dalam instrumen surat berharga negara (SBN) mencapai Rp1.083,08 triliun atau 39,24% dari total outstanding SBN yakni Rp2.760,19 triliun.

Sepanjang tahun 2020, aliran dana asing ke instrumen SBN mencapai Rp21,22 triliun. Minat asing yang tinggi pada awal tahun juga tercermin pada penawaran masuk dalam lelang perdana SUN dan sukuk.

Pada lelang perdana SUN, penawaran masuk mencapai Rp81,54 triliun sedangkan pada lelang perdana sukuk negara, penawaran masuk menyentuh Rp59,14 triliun.

Fikri menyebut masih ada potensi bagi investor asing untuk meningkatkan dominasinya. Kendati demikian, hal itu bakal menimbulkan dampak negatif terutama bila sentimen eksternal memburuk dan mendorong investor asing menarik dananya keluar.

"Masih ada potensi [bagi kepemilikan investor asing dalam instrumen SBN] untuk lebih naik lagi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top